MenKopUKM Teten Masduki melakukan kunjungan kerja Belanda (Foto: KemenKopUKM)
INDONESIAINFO.ID - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (MenKopUKM) Teten Masduki melakukan kunjungan kerja ke Belanda dalam rangka memperkuat kerja sama ekonomi dan peningkatan kapasitas perusahaan rintisan di Indonesia.
Pada kunjungannya tersebut, MenKopUKM Teten Masduki menghadiri forum The Netherland Trade, Tourism, & Investment (TTI) Forum yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Indonesia untuk Belanda.
Kemudian dilanjutkan pertemuan bilateral dengan dengan Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerja sama Pembangunan Belanda, Liesje Schreinnemacher, guna membahas peluang kerja sama antara Indonesia-Belanda.
MenKopUKM mengatakan bahwa Belanda telah menjadi mitra dagang dan investasi yang strategis bagi Indonesia, serta melalui forum ini dapat menjadi sarana strategis untuk menggali potensi kerja sama yang lebih erat antar kedua negara.
“Keberhasilan kerja sama ini perlu ditingkatkan dan direplikasi karena masih banyak sektor yang berpeluang besar untuk dapat dikembangkan secara bersama," kata Menteri Teten di Belanda, Selasa (28/5/2024).
"Terutama di sektor UMKM, startup, hingga perkoperasian di Indonesia, salah satu yang paling potensial adalah sektor agroculture dan aquaculture,” ujar dia.
Selain itu, keberhasilan Belanda dalam mengembangan sektor pertanian dengan teknologi tinggi sehingga dapat meningkatkan produktivitas lahan juga menjadi perhatian MenkopUKM.
Menteri Teten juga mengatakan, jpeluang kerja sama dengan perusaan lokal Indonesia agar dapat memenuhi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dalam belanja pengadaan Pemerintah Indonesia di bidang teknologi peralatan pertanian, perikanan dan perkebunan.
"Bagi kami di Indonesia, kerjasama yang dilakukan akan menjadi peluang untuk transfer pengetahuan mengenai teknologi terbaru di bidang agri-tech, sementara bagi perusahaan Belanda akan mempunyai kesempatan produknya dipasarkan di Indonesia," kata Menteri Teten.
Selain itu juga dalam pertemuan tersebut membahas peluang kerjasama pada bidang floating solar, airport solutions dan hilirisasi untuk transisi energi. Apalagi saat ini KemenKopUKM sedang membina 500 dari 2560 startup untuk siap go global.
"Kami perlu dukungan baik pendanaan maupun pembinaan lebih lanjut dan berharap dapat bekerja sama dengan Pemerintah Belanda untuk mengembangkan para startup," kata dia.
Kunjungan tersebut juga membahas kerja sama stategis dengan Rabo Foundation untuk bidang sustainable financing serta meninjau langsung upaya peningkatan kapasitas beberapa inkubator startup, yang merupakan hasil Kerjasama dengan PUM Belanda.
Dalam forum TTI digelar oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Belanda di Den Haag juga dihadiri oleh 150 pelaku bisnis dari Belanda dan Indonesia.