• EKSEKUTIF

KemenUMKM-Kemenko PM Dorong UMKM Naik Kelas dan Serap Tenaga Kerja

Vaza Diva Fadhilah Akbar | Senin, 04 Mei 2026 19:49 WIB
KemenUMKM-Kemenko PM Dorong UMKM Naik Kelas dan Serap Tenaga Kerja Menko PM A.Muhaimin Iskandar (tengah) bersama Menteri UMKM Maman Abdurrahman (kiri) dan Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya (kanan) saat jumpa pers usai rapat koordinasi di MBloc Space, Jakarta Selatan (Foto: Habib/Katakini.com)

Jakarta, Indonesiainfo.id - Pemerintah terus mempercepat penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai instrumen utama pengentasan kemiskinan.

Hal ini dibahas dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM), di Jakarta, pada Senin (4/5), yang menyoroti progres program prioritas UMKM dan ekonomi kreatif.

Dalam rapat tersebut, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga awal Mei 2026 tercatat mencapai sekitar Rp96 triliun dengan jumlah debitur mencapai 1,5 juta orang.

Dari total tersebut, sekitar 63 persen disalurkan ke sektor produksi, sementara sebagian besar lainnya mengalir ke sektor mikro yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat kecil.

“Per hari ini sampai tanggal 3 Mei, total nilai penyaluran KUR yang sudah kita salurkan itu kurang lebih sekitar 96 triliun, dengan jumlah debitur sekitar 1,5 juta dan penyaluran ke sektor produksi itu sekitar 63 persen,” ujar Menteri UMKM Maman Abdurrahman.

Dari total penyaluran tersebut, porsi terbesar menyasar kelompok masyarakat di lapisan terbawah, khususnya kategori miskin ekstrem.

Sektor mikro disebut menjadi kontributor utama dalam upaya pengurangan kemiskinan.

“Dari total 96 triliun tersebut yang menyentuh ke sektor kemiskinan ekstrem, ada kurang lebih 70 triliunan yang masuk ke sektor mikro.

Sektor ini berkontribusi terhadap upaya kita untuk menghilangkan kemiskinan ekstrem,” ucap Menteri UMKM.

Menteri UMKM juga menyoroti bahwa sebagian besar pelaku usaha mikro berasal dari kelompok pekerja informal, termasuk ibu rumah tangga.

Pemerintah saat ini tengah mendorong transformasi kelompok tersebut agar beralih menjadi pekerja formal melalui akses pembiayaan dan pendampingan.

Selain pembiayaan, perhatian juga diarahkan pada aspek pasar. Tanpa dukungan pasar yang memadai, produk UMKM berpotensi tidak terserap sehingga berdampak pada risiko kredit macet.

“Kami mendorong dua hal, selain peningkatan kredit UMKM, kita juga mengamankan pasarnya agar pelaku usaha bisa menjual produknya. Karena banyak yang sudah bisa produksi, tapi tidak terserap pasar,” kata Menteri Maman.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar melihat tren penyaluran kredit UMKM menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah berupaya memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh pelaku usaha kecil.

“KUR dan perkreditan untuk UMKM sangat positif perkembangannya, dan terus dioptimalkan agar benar-benar bermanfaat langsung kepada pelaku usaha mikro dan kecil,” ujar Menko PM.

Meski demikian, pemerintah mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan akses hingga kesiapan pasar.

Hal ini menjadi fokus lanjutan dalam memperkuat ekosistem UMKM agar lebih berkelanjutan.

“Masih banyak pekerjaan yang belum selesai, termasuk menyiapkan kondisi pasar yang baik agar tidak terjebak kredit macet dan memperluas akses bagi pelaku usaha kecil yang jumlahnya sangat besar,” kata Muhaimin.

Melalui sinergi lintas kementerian, pemerintah menargetkan sektor UMKM dan ekonomi kreatif mampu menjadi motor penggerak utama dalam menciptakan lapangan kerja sekaligus menekan angka kemiskinan nasional.