Ilustrasi - Pekerja mengangkut kelapa sawit hasil panen. (Foto Istimewa)
INDONESIAINFO.ID - Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan Kabupaten Manokwari di Provinsi Papua Barat mampu menjadi contoh terbaik dalam pengembangan hilirisasi kelapa sawit.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, hilirisasi tersebut bakal berdampak positif terhadap perekonomian daerah dan petani karena kelapa sawit akan diolah menjadi produk turunan seperti minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan ekspor.
"Kalau mau hilirisasi harusnya lahan yang disiapkan 100 sampai 200 ribu hektare. Dan kalau itu yang disiapkan maka kita bisa sampai mengolah minyak goreng. Nah seperti itulah kita berpikir harus menuju ke sana supaya tidak bergantung pada impor," ujar Mentan dikutip Sabtu (1/6/24)
Hal itu Mentan sampaikan saat meninjau rencana pabrik kelapa sawit di Kampung Wasegi Indah, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, pada Jumat (31/5/24).
Lebih lanjut, Mentan mengatakan, dengan hilirisasi, Indonesia tak perlu lagi bergantung pada harga sawit dunia karena nantinya bisa melakukan produksi sampai hilirisasi dari dalam negeri. Sementara produk olahan yang dibuat dapat dipasarkan melalui berbagai market domestik.
"Sehingga bagi kita kalau minyak sawit dunia turun tentu tidak akan ada masalah karena kita bisa jadikan produk olahan ini dipasarkan di dalam negeri," katanya.
Untuk itu, menurut Mentan, baik pemerintah daerah maupun petani harus bersama-sama menjaga perkebunan sawit agar terus berproduksi. Jangan sampai, sawit yang sudah usang dibiarkan tumbuh tanpa ada perawatan atau penggantian.
"Dan kami sudah beri bantuan replanting untuk 2.300 hektare. Kalau masih ada kita tambah dan itu kendali PSR (Peremajaan sawit rakyat) ada di tangan kita," ujarnya.
Dengan berbagai upaya tersebut, Mentan berharap wilayah Papua dapat berkembang sehingga masuk pada kategori mandiri pangan baik dari sisi perkebunan kelapa sawit maupun produksi pangan lainnya.
"Yang terpenting adalah bagaimana Papua Barat ini betul-betul mandiri pangan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Bahkan kalau bisa mensuplai ke provinsi tetangga di Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya dan Papua Induk," jelasnya.