• BUMN

Talin-Singtel Garap Kabel Laut Batam-Singapura

Agus Mughni Muttaqin | Rabu, 05 Jun 2024 18:51 WIB
Talin-Singtel Garap Kabel Laut Batam-Singapura PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), anak usaha Telkom Indonesia, berkolaborasi dengan Singtel untuk membangun kabel laut sepanjang 100 Km yang menghubungkan Singapura dan Batam, Indonesia. (Foto Kementerian BUMN)

INDONESIAINFO.ID - PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), anak usaha Telkom Indonesia, berkolaborasi dengan Singtel untuk membangun kabel laut sepanjang 100 Km yang menghubungkan Singapura dan Batam, Indonesia.

Sistem komunikasi kabel laut (SKKL) tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2026. Untuk membangun SKKL tersebut, Telin dan Singtel bergabung dalam konsorsium INSICA (Indonesia Singapore Cable System).

Chief Executive Officer Telin, Budi Satria Dharma Purba mengatakan, Insica akan membangun kabel laut yang terdiri dari 24 pasang fiber optik dan dua jalur kabel darat dengan kapasitas maksimum 20 terabit per detik per pasangan fiber optik.

"Pada masa datang, pasar kabel bawah laut global siap untuk pertumbuhan yang belum pernah terjadi, menjadikan Batam dan Singapura sebagai lokasi utama untuk investasi data center."

"Kabel bawah laut Insica akan memenuhi kebutuhan penting untuk interkonektivitas data center di antara lokasi-lokasi strategis utama ini," kata BUdi Satria dalam keterangan resmi dikutip Rabu (5/6/2024).

Vice President of Digital Infrastructure dan Services Singtel, Ooi Seng Keat, mengatakan bahwa Batam muncul sebagai lokasi utama untuk data center karena kedekatannya dengan Singapura.

"Dengan sistem kabel ini, kami dapat meningkatkan konektivitas antara kedua negara untuk mendukung beban kerja AI dengan higher power density yang intensif dari enterprises dan perusahaan cloud."

"Pengembangan sistem kabel INSICA adalah langkah yang kami ambil dalam merancang hyper-connected ekosistem digital untuk memenuhi permintaan jangka panjang, untuk merealisasikan masa depan digital kawasan ini dan meningkatkan ekonomi regional," kata Ooi Seng.

Disebutkan, sektor data center Asia Tenggara sedang mengalami pertumbuhan pesat yang didorong oleh kemajuan dalam AI, cloud computing, e-commerce, IoT, edge computing, dan 5G. Pertumbuhan ini pun menarik gelombang investasi dari pemain yang sudah mapan maupun pendatang baru.

Konektivitas langsung antara data center pun akan mendukung penerapan teknologi-teknologi baru, seperti Internet of Things, robotika, AI, dan analitik data, yang memerlukan bandwidth tinggi dan latensi rendah untuk aplikasi skala komersial dan real-time.