Pemerintah Indonesia dan Jepang bekerja sama untuk mempromosikan hidrogen dan amonia (Foto Kementerian ESDM RI)
INDONESIAINFO.ID - Pemerintah Indonesia dan Jepang bekerja sama untuk mempromosikan hidrogen dan amonia, guna mendukung pencapaian netralitas karbon pada tahun 2060.
Kesepakatan kerja sama ini ditandatangani oleh pihak Japan International Cooperation Agency (JICA) dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Indonesian Fuel Cell Hydrogen Energy Association (IFHE).
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Kementerrian ESDM RI, Eniya Listiani Dewi menuturkan, kerja sama ini fokus di bidang kebijakan, peraturan dan sistem, teknologi dan standar terkait Hidrogen dan Amonia.
"Saya yakin, kerja sama yang kuat dan solid ini dapat mengakselerasi transisi energi demi mencapai target NZE di kedua negara," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta dikutip Kamis (7/6/2024).
Eniya juga menyampaikan, Indonesia kini telah memulai pemanfaatan hidrogen, dimana PT Nusantara Power, anak perusahaan PT PLN (Persero) telah meluncurkan Pembangkit Hidrogen Hijau 100% pertama berlokasi di Jakarta.
Saat ini, ada beberapa proyek hidrogen yang sedang berjalan di Indonesia, di antaranya hidrogen hijau hibrida dari surya dan bayu di Sumba Timur, pembangkit hidrogen berbasis PLTA di Kalimantan Utara dan Papua dan proyek perintis di Ulubelu yang menggunakan kondensat panas bumi.
"Beberapa proyek ini memberikan gambaran tentang upaya Indonesia mengeksplorasi berbagai metode berkelanjutan pada produksi hidrogen," ujarnya.
"Dengan pemanfaatan hidrogen dan amonia yang besar, Indonesia ingin menjadi pemain utama dalam pasar hidrogen global, dan menjadi pusat hidrogen regional," ujar Eniya menambahkan.
Karena posisi yang berada di dekat salah satu jalur laut strategi di dunia, yaitu selat Malaka, Indonesia memiliki posisi yang strategis untuk melakukan ekspor hidrogen hijau ke berbagai negara di Asia-Pasifik dan negara-negara lainnya di luar area tersebut.
"Kita akan mengembangkan ekosistem hidrogen komprehensif, yang terdiri dari produksi, penyimpanan, transportasi dan pemanfaatannya."
"Kami yakin dengan dukungan negara mitra seperti Jepang, dalam upaya persiapan ekosistem hidrogen kompetitif, Indonesia bisa mencapai visinya untuk menjadi pusat hidrogen Dunia" ujar Eniya.