Ilustrasi - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ajak mengajak Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) untuk fokus pada peluang baru seperti pengembangan ekonomi, energi, hingga industri hijau. (Foto Istimewa)
INDONESIAINFO.ID - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengajak Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) untuk fokus pada peluang baru seperti pengembangan ekonomi, energi, hingga industri hijau.
Pasalnya, menurut Presiden Jokowi, lanskap bisnis dan ekonomi ke depan bakal mengalami banyak perubahan yang diakibatkan oleh disrupsi teknologi.
Selain itu, saat ini perhatian dan pembiayaan terhadap industri hijau sangat mudah sehingga perubahan tersebut harus segera diantisipasi.
“Green food, blue food, dan lain-lain akan menjadi tren ke depan. Peluang-peluang baru seperti itu harus disiapkan strateginya oleh Hipmi, jangan sampai kita salah mengantisipasi,” ujar Jokowi dalam keterangan resmi dikutip Selasa (11/6/2024).
Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) ke-52 yang digelar di Hotel Fairmont Jakarta, pada Senin (10/6/2024).
Meski demikian, Presiden Jokowi mengaku optimistis bahwa Hipmi, yang dikenal sebagai wadah para anak muda yang dinamis, akan mampu menyesuaikan diri dengan cepat terhadap perubahan yang ditimbulkan oleh disrupsi teknologi tersebut.
"Hipmi akan memanfaatkan peluang-peluang yang ada dan mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi," ujar Presiden.
Presiden Jokowi menyebut pengalaman Hipmi selama lima dekade akan memudahkan Hipmi dalam menjadi pemain utama pada persaingan global maupun lokal.
“Saya yakin Hipmi akan mampu terus berinovasi untuk naik kelas dan memenangkan persaingan-persaingan global yang ada maupun persaingan-persaingan di negara kita yang kita cintai,” ujarnya.
Presiden Jokowi juga turut mengapresiasi keterampilan anggota Hipmi dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.
"Saya kira Hipmi semuanya sudah terbiasa karena memang seluruh anggota Hipmi adalah generasi digital. Kalau saya ini generasi analog jadi sudah perbedaannya sudah sangat jauh sekali,” ujar Presiden.
Presiden pun mengaku optimistis anggota Hipmi mampu menghadapi dan mengatasi tantangan teknologi digital, karena Hipmi merupakan generasi digital.
“Jadi menghadapi AI (artificial intelligence), menghadapi singularity, saya kira rekan-rekan di HIPMI sudah sangat biasa,” ujarnya.