Menteri PUPR menyampaikan pentingnya sumber daya air dalam Dushanbe Water Conference (Foto: Kementerian PUPR)
INDONESIAINFO.ID - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menghadiri 3rd High Level International Conference on the International Decade for Action di Tajikistan dengan membawa pesan pentingnya sumber daya air.
Dengan mengangkat tema `Water for Sustainable Development` Menteri Basuki mengapresiasi Pemerintah Tajikistan atas keberhasilannya menyelenggarakan Dushanbe Water Conference. Mulai dari konferensi pertama dan kedua pada 2018 dan 2022 lalu, hingga konferensi ketiga yang tengah berlangsung saat ini.
“Pemerintah Tajikistan telah menunjukkan komitmen dan keseriusannya dalam merespon isu mengenai sumber daya air,” kata Menteri Basuki di Tajikistan, Selasa (11/6/2024).
Menurutnya, penyelenggaraan 2nd Dushanbe Water Conference 2022 sangat berperan penting terhadap tema dialog interaktif pada UN 2023 Water Conference, yang kemudian menghasilikan Water Action Agenda.
Menteri Basuki juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Tajikistan dan para delegasi negara lainnya yang telah mendukung Pemerintah Indonesia dalam menyelenggarakan World Water Forum ke-10 pada (18-25/5/2024) lalu.
Melalui World Water Forum ke-10 telah mempertemukan seluruh pemangku kepentingan yang terkait dengan agenda air. Mulai dari pemerintah, anggota parlemen, organisasi internasional, LSM, hingga sektor swasta, dan generasi muda.
“Pada Opening Ceremony, Presiden RI Jokowi menyampaikan bahwa air untuk kemakmuran bersama hanya dapat dicapai melalui kolaborasi bersama dari seluruh pemangku kepentingan," kata Menteri Basuki.
"Kolaborasi tersebut sebagai kunci untuk melestarikan air mulai dari saat ini demi kemakmuran bersama di masa mendatang,” ujar dia.
Sebagaimana tertera dalam Sustainable Development Goals (SDGs) poin 6, akses air bersih dan sanitasi aman untuk semua harus dicapai pada 2030.
Sementara, berdasarkan laporan PBB pada 2022 mengenai SDGs, akses untuk layanan air minum aman hanya mencapai 73% dari populasi global, dan untuk sanitasi dasar hanya mencapai 57%.
“Indonesia telah mencapai 92% layanan air minum dan 86% layanan sanitasi dasar pada tahun 2023. Meski begitu, masih banyak aksi yang harus dilakukan untuk mencapai target akses air bersih dan sanitasi aman pada 2030," ujar Menteri PUPR.
Untuk itu, pesan penting yang harus diingat dari UN Water Conference yang menyatakan bahwa air untuk kebaikan bersama, dan akses air minum dan sanitasi aman adalah hak manusia yang harus dipenuhi.
“Terima kasih atas seluruh dedikasi dan upaya untuk memastikan keamanan dan keberlanjutan air. Kita harus berkomitmen untuk memanfaatkan keahlian, sumber daya, dan kemauan politik kolektif kita dalam mengkatalisasi perubahan yang berarti," kata dia.