Ilustrasi - Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Budi Arie Setiadi mengatakan saat ini dunia membutuhkan 140 juta pekerja digital (Foto: Kominfo)
INDONESIAINFO.ID - Saat ini, dunia membutuhkan 140 juta pekerja digital. Tahun depan, sebanyak 65 persen pekerjaan mengharuskan para pekerja memiliki keterampilan Artificial Intelligence (AI). Karenanya masyarakat Indonesia harus selalu bersiap meningkatkan keterampilan digital.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Budi Arie Setiadi menyampaikan hal itu saat memberikan orasi ilmiah dalam Wisuda ke-X Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.
"Teknologi tidak menunggu kita siap, tapi terus bergerak. Tidak ada pilihan selain kita harus menyesuaikan diri, mengadopsi, dan terus berpikir kreatif serta kritis," kata Menkominfo dalam keterangannya, Minggu (16/6/2024).
Ia juga menyampaikan bahwa tanpa persiapan yang matang, pada 2030 akan ada 85 juta pekerjaan dengan keterampilan digital yang tidak mampu terisi.
Lebih lanjut, Menkominfo menyampaikan bahwa setidaknya ada tiga profesi yang akan semakin dibutuhkan dalam lima tahun ke depan, yakni spesialis AI dan machine learning, rekayasa robotik, dan arsitek database.
"Maka dari itu, generasi muda Indonesia yang saat ini sudah melek digital harus terus meningkatkan keterampilannya agar mampu meraih peluang di masa depan untuk memberikan kontribusi bagi pengembangan bangsa," ujar Menkominfo.
Selain itu, Menkominfo mengingatkan bahwa saat ini dibutuhkan tiga kompetensi utama di bidang digital yang perlu dimiliki oleh generasi muda untuk bisa berkembang.
Pertama strategi digital untuk merespons tren pasar, kedua inovator digital yang mendorong inovasi berbasis data, dan terakhir penggerak digital yang mampu memulai kolaborasi strategis dengan ketangkasan dan keterampilan kuat.
Menkominfo pun menekankan dalam mengembangkan keterampilan digital generasi muda Indonesia harus terus memegang nilai-nilai dan budaya di ruang digital dengan demikian hal-hal positif tetap bisa terjaga di era digital.
"Nilai-nilai positif harus hadir di era digital," ujarnya.