PPIH terapkan tiga langkah agar bobilisasi jemaah haji lancar
INDONESIAINFO.ID - Proses mobilisasi jemaah haji Indonesia dari Muzdalifah menuju Mina berjalan lancar. Seluruh jemaah haji sudah berhasil diberangkatkan ke Mina sebelum terik matahari.
"Ini patut kita syukuri karena jemaah tidak kepanasan di Muzdalifah, sepeti pada musim haji tahun lalu,” kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief di Makkah, Senin (17/6/2024).
Hilman Latief mengatakan, keberhasilan ini merupakan langkah antisipasi yang telah disiapkan. Menurutnya ada tiga langkah yang dilakukan oleh PPIH, yaitu penerapan skema murur, penguatan koodinasi lintas pihak, dan penyiapan petugas haji.
“Antisipasi keterlambatan pergerakan jemaah dari Arafah dan Muzdalifah ke Mina terus kita ikhtiar. Alhamdulillah, kemarin berjalan sukses dan berhasil,” kata Hilman.
Hilman Latief menyampaikan, skema murur atau mabit (bermalam) dilakukan dengan cara melintasi Muzdalifah, setelah menjalani wukuf di Arafah. Jemaah saat melewati kawasan Muzdalifah tetap berada di atas bus, dan langsung menuju tenda di Mina.
“Skema murur diterapkan sebagai ikhtiar menjaga keselamatan jiwa jemaah haji atas potensi kepadatan di tengah terbatasnya area Muzdalifah. Jemaah cukup melintas di Muzdalifah dan langsung ke Mina,” kata Hilman.
Kemudian, Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid mengatakan, penguatan koordinasi PPIH dengan pihak Kementerian Haji dan Umrah (Kemrnhaj) Arab Saudi, Naqabah (Organda Saudi) dan pihak Masyariq merupakan salah satu langkah yang dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan di Muzdalifah.
"Kami ajak diskusi pihak Kemenhaj, Naqabah (Organda Saudi), dan Masyariq. Kita matangkan langkah antisipasi agar sebelum terik matahari, jemaah sudah bergeser ke Mina seluruhnya," kata Subhan Cholid.
Hal ini merupakan respon untuk mencegah terjadinya kepadatan di jalur Muzdalifah-Mina, sehingga PPIH, Kemenhaj, Naqabah, maupun Masyariq sepakat turun langsung ke lapangan untuk melihat perkembangan dan sekaligus ambil kebijakan.
Selanjutnya ialah penyiapan petugas. Subhan mengatakan, jemaah di Muzdalifah terbagi dalam 73 maktab. Setiap maktab ditempatkan enam petugas yang mengatur pergerakan jemaah dari pertama tiba sampai dengan akan diberangkatkan kembali menuju Mina.
“Mereka datang lebih awal ke Muzdalifah, sebelum jemaah tiba, dan mereka tinggalkan tempat setelah memastikan seluruh jemaah di maktabnya masing-masing sudah bergerak dari Muzdalifah ke Mina," kata Subhan.