Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak atau Kemen PPPA (Foto: Doknet)
INDONESIAINFO.ID - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menyatakan bahwa peningkatan literasi pada anak merupakan fondasi krusial dalam membentuk generasi yang terampil dan berdaya saing di era globalisasi saat ini.
Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kemen PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu menuturkan, pihaknya aktif meningkatkan literasi (keterampilan membaca, menulis, memahami, menganalisis, dan mengelola informasi) pada anak, sebab sangat terkait terpenuhinya hak anak atas informasi yang layak.
“Kemen PPPA berupaya aktif untuk memastikan bahwa setiap anak memiliki akses yang setara terhadap informasi yang layak, yang mendukung perkembangan dan perlindungan mereka secara optimal," ujar Pribudiarta dalam keterangan resmi dikutip di Jakarta pada Minggu (23/6/2024).
"Untuk itu, kami menyelenggarakan bimtek bagi para pustakawan dan pengelola taman bacaan Masyarakat yang sudah memenuhi standar layak anak atau Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA) di daera," sambungnya.
Bimtek tersebut, kata Pribudiarta, diharapkan dapat menjadi wadah bagi para peserta untuk mendapatkan pengetahuan mendalam mengenai hak anak, perlindungan anak, dan psikologi anak.
Kemudian, meningkatkan kualitas layanan informasi yang ramah anak di berbagai pusat informasi, perpustakaan, taman bacaan masyarakat, dan pojok baca di seluruh Indonesia.
Pribudiarta menambahkan melalui pemahaman mendalam mengenai perlindungan anak, kode etik dalam bekerja dengan anak, dan strategi pengembangan program digital, diharapkan para peserta dapat berkontribusi signifikan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak dalam mengisi waktu luang mereka.
"Hal ini akan semakin senang ke perpustakaan dan taman-taman baca masyarakat, dan akan meningkatkan minat baca anak-anak. Peningkatan minat baca anak akan berdampak pada meningkanya literasi anak," ujarnya.
Lebih lanjut, Pribudiarta menjelaskan, Kemen PPPA telah menjalin kerjasama dengan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dalam mengembangkan layanan PISA untuk memenuhi hak anak atas Informasi Layak Anak (ILA) yang juga akan meningkatkan minat baca dan literasi anak.
"Dalam era informasi yang canggih saat ini, peningkatan literasi sangat penting untuk menyaring informasi dengan tepat dan menyediakan akses yang bermanfaat bagi perkembangan anak," ujarnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Adin Bondar menyampaikan Perpusnas menyediakan akses ke layanan paket informasi dan audiobook melalui berbagai kanal digital, termasuk iPusnas dan situs resmi Perpusnas.
"Program ini bertujuan untuk membangun kecerdasan kognitif dan karakter anak sejak dini, mencegah gizi buruk dan stunting, serta memberikan literasi keterampilan hidup bagi orang tua," ujar Adin.
Dalam upaya mendukung program literasi keluarga berbasis digital, sambung Adin, Perpusnas juga memperkenalkan aplikasi perpustakaan digital yang menyediakan berbagai koleksi buku digital untuk anak usia dini, sekolah dasar, dan menengah.