• EKSEKUTIF

Kemenag: 32 Penerbangan Garuda Terlambat Pulangkan Jemaah Haji

Agus Mughni Muttaqin | Sabtu, 29 Jun 2024 14:03 WIB
Kemenag: 32 Penerbangan Garuda Terlambat Pulangkan Jemaah Haji Ilustrasi - Pemulangan jemaah haji Indonesia alami keterlambatan pulang dari Tanah Suci ke Tanah Air (Foto: API/Jurnas)

INDONESIAINFO.ID - Kementerian Agama (Kemenag) RI menginformasikan, sepekan fase pemulangan jemaah, ada 58 kloter yang sudah dipulangkan dari Tanah Suci menuju Tanah Air oleh Maskapai Garuda Indonesia.

Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Kemenag, Saiful Mujab mencatat tingginya angka keterlambatan penerbangan dari jadwal yang telah direncanakan.

“Dari total 58 kloter, 32 kloter terbang tidak sesuai jadwal karena mengalami keterlambatan. Ini yang saya sebut ontime performance (OTP) Garuda pada fase awal kepulangan ini buruk,” ujar Saiful Mujab dalam keterangannya dikutip di Jakarta dari laman resmi Kemenag, Sabu (9/6/2024).

Ia menuturkan dalam sepekan fase pemulangan jemaah haji, lebih dari 50 persen penerbangnan Garuda mengalami keterlambatan.

“Jadi, ada 32 dari 58 kloter yang sudah terbang ke Tanah Air yang mengalami keterlambatan penerbangan. Prosentasenya lebih dari 50%,” ujar Saiful Mujab.

Sebagai informasi, proses pemulangan jemaah haji Indonesia sudah berlangsung sejak 22 Juni 2024. Tahap ini diawali dengan kepulangan jemaah kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Surabaya (SUB 01) dari Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah.

Kemudian, kloter kedua Embarkasi Solo (SOC 02) dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.

Lebih lanjut, Saiful Mujab menuturkan sebanyak 32 kloter yang mengalami keterlambatan penerbangan dari jadwal semula itu terbagi dalam tiga kategori. Pertama, keterlambatan lebih dari dua jam.

“Ini ada delapan kelompok terbang. Empat dari Jeddah dan empat dari Madinah,” ujar Saiful Mujab.

Ia merinci daftar kloternya ialah SOC 06, UPG 02, KNO 02, JKG 08, PDG 03, KNO 03, SOC 16, dan JKG 13.

Ia menyebut keterlamabatan yang paling parah ialah yang menimpa jemaah kloter 3 Embarkasi Kualanamu (KNO 03). Kloter tersebut, kata Saiful Mujab, delaynya hingga 12 jam 30 menit.

"Delay sampai 12 jam tanpa pemberitahuan yang semestinya. Semua diinfo secara mendadak. Bahkan, jemaah sudah naik bus dari hotel menuju bandara, baru diinfo kalau pesawat terlambat," ujarnya.

Keterlambatan tersebut, menurut Saiful Mujab, berdampak sistemik, karena terkait hotel transit yang juga sudah ada kloter berikutnya yang akan menempati hotel yang sama.

"Akibat masalah Garuda ini juga, akhirnya jemaah yang dirugikan," ujarnya.

Kedua, lanjutnya, keterlambat 1 - 2 jam dari jadwal semula. Total ada 15 kloter jemaah haji Indonesia yang pulang terlambat dalam rentang durasi ini. Ketiga, keterlambatan dalam durasi 30 - 60 menit. Jumlahnya ada sembilan kloter.

Saiful Mujab berharap Garuda Indonesia fokus pada upaya perbaikan kinerja pada sisa penerbangan pemulangan jemaah haji Indonesia. Pastikan pesawat yang akan digunakan siap.

Kru pesawat juga siap bertugas, sehingga potensi terjadinya keterlambatan atau delay penerbangan tidak terulang.

"Kasihan jemaah kalau Garuda delay terus. Saya harap Garuda fokus saja pada perbaikan kinerja. Layani jemaah haji Indonesia dengan baik dengan tidak membuat jadwal penerbangan delay," ujarnya.

Proses pemulangan jemaah haji gelombang I dari Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah akan berlangsung hingga 3 Juli 2024. Selanjutnya, proses pemulangan akan terfokus pada jemaah haji gelombang II melalui Bandara AMAA Madinah mulai 4 – 21 Juli 2024.