• NEWS

Mitigasi `Supply Shock` Haji Umrah, Delta Mitra Siapkan Standar Baru

M. Habib Saifullah | Jum'at, 26 Jun 2026 10:06 WIB
Mitigasi `Supply Shock` Haji Umrah, Delta Mitra Siapkan Standar Baru PT Delta Mitra Selaras menjalin kemitraan hulu dengan menggandeng Syarikah Global Club Group (Foto: Ist)

Indonesiainfo.id - PT Delta Mitra Selaras menjalin kemitraan hulu dengan menggandeng Syarikah Global Club Group guna memitigasi risiko rantai pasok (supply chain de-risking) pada pelayanan haji dan umrah bagi jemaah Indonesia.

Kerja sama strategis ini disepakati melalui pertemuan di Raffles Hotel Jakarta pada Kamis sebagai upaya memperkuat standardisasi layanan antarperusahaan (B2B).

Langkah tersebut diambil sebagai respons nyata atas berbagai volatilitas operasional atau supply shock yang kerap merugikan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) berlisensi di pasar domestik.

Lewat aliansi jangka panjang ini, perusahaan memposisikan diri secara tegas sebagai Strategic B2B Land Arrangement (LA) Partner yang menjembatani kesenjangan struktural antara Indonesia dan Arab Saudi.

Pertemuan hulu ini menjadi momentum krusial bagi manajemen untuk mendengar langsung ekspektasi regulasi baru dari otoritas Arab Saudi serta memahami dinamika makro di lapangan.

Perusahaan menegaskan bahwa ekosistem hospitality religi merupakan industri berbasis kepercayaan (trust-based industry) yang membutuhkan integritas tatap muka, bukan sekadar komitmen angka di atas kertas.

"Industri hospitality dalam ekosistem suci ini bukan sekadar bisnis berbasis transaksi penyerahan kuota atau pemesanan hotel. Ia adalah industri kepercayaan," kata PT Delta Mitra Selaras dalam keterangannya di Jakarta.

Berdasarkan analisis situasi pasar dalam negeri, pihak perusahaan mengidentifikasi tiga tantangan sistemik utama yang selama ini membayangi para pelaku biro perjalanan PPIU di Indonesia.

Tantangan pertama adalah tingginya volatilitas operasional akibat lonjakan harga akomodasi hotel di Arab Saudi yang tidak dapat diprediksi, risiko pembatalan sepihak, hingga perubahan regulasi visa yang instan.

Tantangan kedua mencakup ketidakberimbangan arus kas (capital inefficiency) karena adanya keharusan bagi agen untuk menaruh deposit besar demi mengamankan kursi pesawat dan hotel berbulan-bulan sebelum keberangkatan.

Sementara masalah ketiga melibatkan risiko rekanan (counterparty risk) akibat ketergantungan pada jaringan sub-agen lokal di Arab Saudi yang tidak memiliki akuntabilitas hukum dan finansial yang jelas.

Melalui skema baru ini, PT Delta Mitra Selaras akan bertindak sebagai integrator institusional yang mengurai sekaligus menyaring hambatan-hambatan logistik tersebut. Perusahaan berkomitmen untuk menjadi penyalur volume permintaan yang stabil, terproyeksi, dan tepercaya bagi para pemasok (supplier) besar di Arab Saudi.

"Kami memilih hadir sepenuhnya dan mendengar langsung ekspektasi regulasi baru, memahami dinamika makro di lapangan, dan membangun jangkar ekosistem internasional yang transparan. Bagi kami, infrastruktur pelayanan terbaik hanya bisa lahir dari kemitraan strategis yang matang di tingkat hulu," lanjutnya.

Pihak manajemen percaya bahwa reputasi industri layanan suci ini dibangun dari presisi eksekusi di balik layar, bukan seberapa keras promosi dilakukan di ruang publik.

Fondasi kemitraan yang disiapkan di tingkat hulu ini diharapkan mampu melahirkan infrastruktur terbaik demi menjamin kenyamanan dan kekhusyukan ibadah para jemaah Indonesia pada waktunya.

"Kami percaya bahwa reputasi tidak dibangun dari seberapa keras kita berbicara di ruang publik, melainkan dari presisi eksekusi di balik layar. Aliansi jangka panjang ini adalah fondasi yang kami siapkan dalam diam, agar kenyamanan dan kekhusyukan jamaah dapat berbicara dengan lantang pada waktunya. Membangun standar baru pelayanan bukan tentang siapa yang tercepat, melainkan siapa yang paling konsisten menjaga amanah," kata Delta Mitra.