Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) ajak perguruan tinggi kembangkan ekosistem industri produk halal (Foto: Dok. Humas Kemenag)
INDONESIAINFO.ID - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) mengajak perguruan tinggi untuk mengembangkan riset dan inovasi di industri produk halal, serta pengembangan program studi (Prodi) halal.
Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham mengatakan, pengembangan prodi halal akan berpengaruh pada penguatan kajian dan khasanah keilmuan serta penyiapan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung ekosistem industri halal.
"Optimalnya publikasi riset dan inovasi di bidang halal sangatlah diperlukan untuk mendukung peningkatan literasi dan edukasi halal," ujar Aqil dalam keterangannya, dikutip di Jakarta, Senin (8/7/2024).
Kemudian, Aqil menyampaikan, pihaknya telah melakukan upaya untuk mendorong optimalisasi publikasi riset halal sejak dua tahun yang lalu, melalui laman khusus. Tujuannya yaitu, untuk menghimpun dan mengekspose hasil penelitian atau riset di bidang halal.
"Sayangnya sampai hari ini baru 13 yang masuk dari total 63 halal center yang tersebar. Saya harapkan untuk selanjutnya berbagai kajian ilmiah dan penelitian akan membanjiri publikasi kita," kata Aqil.
Untuk itu, melalui Aqil mengajak para civitas akademika melalui rapat koordinasi (rakor) yang digelar di Jakarta dengan mengundang 28 perguruan tinggi.
Tujuan dari pertemuan tersebut, dapat menjaring gagasan dan bertukar informasi dalam rangka menggali potensi pengembangan sekaligus publikasi riset dan inovasi serta program studi halal yang selama ini belum tergarap optimal.
"Koordinasi BPJPH dengan Perguruan Tinggi ini sangat penting bagi kita untuk bertukar gagasan dalam memajukan pengembangan dan publikasi riset dan inovasi di bidang halal serta program studi halal," ujar Aqil.
Kedepannya, Aqil mengatakan, para akademisi dapat mengadakan event berkelas internasional di Indonesia untuk mengekspose hasil-hasil penelitian di bidang halal, mengundang para peneliti dari luar negeri yang juga berfokus soal halal.