• EKSEKUTIF

Menperin: Industri Manuafaktur Indonesia Tunjukkan Tren Positif

M. Habib Saifullah | Selasa, 23 Jul 2024 17:13 WIB
Menperin: Industri Manuafaktur Indonesia Tunjukkan Tren Positif Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, industri manufaktur di Indonesia menunjukkan tren positif (Foto: Dok. Humas Kemenperin)

INDONESIAINFO.ID - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, berdasarkan data dari World Bank, sektor industri manufaktur di Indonesia masih bertumbuh positif.

"Ada data yang cukup menggembirakan yang dirilis oleh World Bank, yakni pada tahun 2023 lalu Indonesia berhasil masuk di posisi ke-12 Top Manufacturing Countries by Value Added di dunia, dengan nilai Manufacturing Value Added (MVA) sebesar USD255 miliar," kata Menperin di Jakarta, Selasa (23/7/2024).

Menurutnya, posisi Indonesia tersebut menggungguli jauh dibandingkan negara Asean lainnya, seperti Thailand dan Vietnam yang nilai MVA-nya hanya setengah dari nilai MVA Indonesia.

"Di tingkat global, MVA Thailand berada di posisi ke-22 dengan nilai USD128 miliar, sedangkan Vietnam berada di posisi ke-24 dengan nilai USD102 miliar," kata dia.

Selain itu, nilai MVA Indonesia pada tahun 2023 juga meningkat yaitu sebanyak 36,4 persen (atau senilai USD68 miliar) dari tahun 2022 yang mencapai USD187 miliar.

"Hal ini menaikkan peringkat Indonesia dari peringkat ke-14 dunia di tahun 2022 menjadi peringkat ke-12 pada 2023," kata dia.

Menperin menyampaikan, capaian tersebut dikarenakan struktur manufaktur yang telah dimiliki di tanah air sudah jauh lebih dalam dan tersebar merata sehingga memiliki nilai tambah (Value Added) yang besar daripada negara-negara kompetitor lainnya di Asean atau dunia.

"Untuk mempertahankan maupun meningkatkan prestasi ini, kuncinya hanya satu, yaitu industri manufaktur harus terus menerus berupaya untuk memperkuat daya saing," kata Menperin.

Berdasarkan dari hasil kunjungan kerjanya menghadiri gelaran Hannover Messe 2024 di Jerman beberapa waktu lalu, Kanselir Jerman dan Presiden Uni Eropa pada kesempatan itu menyampaikan pentingnya bagi sebuah negara untuk mampu menciptakan nilai (value creation).

"Jadi, mereka berdua mengatakan bahwa hanya negara-negara yang mampu melakukan value creation yang akan menang di dalam persaingan manufaktur global termasuk persaingan ekonomi global," Menperin menambahkan.