Direktur Sekolah Menengah Atas Kemdikbud Ristek, Winner Jihad Akbar pada kegiatan Kumpul Komunitas dalam rangka Komunikasi Program Prioritas Ditjen PDM Kemendikbudristek Gelombang 2 di Bekasi (Foto: Kemendikbudristek)
Indonesiainfo.id - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud Ristek) mengajak Komunitas untuk bergotong royong membangun pendidikan.
Direktur Sekolah Menengah Atas Kemdikbud Ristek, Winner Jihad Akbar, menyampaikan bahwa komunitas pendidikan berperan sebagai penghubung dalam menyebarkan program dan kebijakan Kemdikbud Ristek.
“Komunitas telah menyambungkan pemerintah dengan masyarakat, ini menjadi bukti bahwa tri sentra pendidikan benar-benar terjadi, karena pendidikan di keluarga harus sinkron dengan sekolah dan masyarakat,” ujar Jihad dalam keterangan resmi dikutip di Jakarta, Rabu (24/7).
Kemdikbud Ristek, kata Jihad, tidak dapat berjalan sendiri dalam melaksanakan beberapa visi Program Merdeka Belajar seperti membentuk sekolah yang menyenangkan, siswa yang berdaya dan terlibat aktif, pelatihan guru berdasarkan praktik, guru sebagai perancang kurikulum, dan kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran.
“Sekolah yang menyenangkan adalah sekolah yang dicita-citakan, yaitu sekolah yang menumbuhkan kompetensi dan karakter semua murid menjadi pembelajar sepanjang hayat sesuai nilai-nilai Pancasila,” kata Jihad.
Agar mencapai kompetensi dan karakter murid yang diharapkan, menurut Jihad, ada lima kemampuan yang harus dimiliki oleh sekolah. Pertama, pembelajaran yang bermakna. Kedua, pendidik yang terbiasa melakukan refleksi diri dan mau terus belajar.
Ketiga, iklim lingkungan belajar yang aman dan inklusif. Kemudian, pengelolaan sumber daya sekolah yang sesuai kebutuhan dan dilakukan secara partisipatif, transparan, dan akuntabel. Kelima, kepemimpinan untuk perbaikan layanan yang berkelanjutan.
“Sekolah yang kita cita-citakan dapat diwujudkan dengan melakukan pembelajaran yang berpusat pada murid, pendidik yang reflektif, gemar belajar, berbagi, dan berkolaborasi, iklim sekolah yang aman, inklusif, dan merayakan kebinekaan, serta kepemimpinan untuk perbaikan layanan berkelanjutan,” katanya.
Untuk mewujudkannya, Jihad mengajak komunitas terus bergotong royong melanjutkan gerakan Merdeka Belajar. “Mari sama-sama kita berkolaborasi dalam mewujudkan sekolah yang dicita-citakan untuk menghasilkan generasi emas di tahun 2045,” ujar Jihad sembari mengajak.
Dalam kesempatan yang sama, Leny Vinisah, pengurus komunitas Sidina turut mendukung program Merdeka Belajar khususnya dalam menciptakan sekolah yang dicita-citakan, yaitu menciptakan anak-anak yang bisa menjadi pembelajar sepanjang hayat.
“Sebagai komunitas Ibu Penggerak, komunitas Sidina melakukan pendekatan yang dimulai dari orang tua, yaitu ibu yang memberikan contoh terlebih dahulu sebagai pembelajar sepanjang hayat,” ujar Leny.