Kemdikbud Ristek mendorong kemitraan internasional di bidang pendidikan tinggi dan vokasi, seperti dengan Filipina (Foto: Kemdikbud Ristek)
Indonesiainfo.id - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud Ristek) mendorong kemitraan internasional di bidang pendidikan tinggi dan vokasi, seperti dengan Filipina.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kemdikbud Ristek Abdul Haris, mengatakan bahwa hal tersebut sebagaimana dilakukan dalam pertemuan Kelompok Kerja Bersama (Joint Working Group/JWG) antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Filipina di bidang pendidikan.
"Pertemuan [JWG yang baru-baru ini digelar] tersebut memberikan kesempatan bagi kedua negara untuk mengeksplorasi potensi kerja sama yang dapat dijajaki," kata Abdul Haris dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Jumat (26/7).
JWG antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Filipina ini, kata Abdul Haris, merupakan momentum untuk mengevaluasi dan mengeksplorasi lebih dalam potensi kedua negara di bidang pendidikan tinggi dan pendidikan tinggi vokasi.
Di antaranya, yaitu dalam upaya kedua negara mencapai pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan daya saing global.
Disebutkan saat ini, Kemdikbud Ristek mengelola tiga program mobilitas mahasiswa Indonesia, yaitu Indonesian International Student Mobility Award (IISMA), International Credit Transfer (ICT), dan ASEAN International Mobility for Students (AIMS).
Dalam dua tahun terakhir, institusi pendidikan tinggi di Filipina telah berpartisipasi dalam program tersebut. Pada tahun 2023 sebanyak 7 universitas terlibat dalam ICT dan 1 universitas dalam AIMS. Kemudian pada tahun 2024, 2 universitas terlibat dalam ICT.
Oleh karena itu, untuk meningkatkan kemitraan dalam program mobilitas mahasiswa, dalam forum JWG tersebut Manajer Kemitraan IISMA, Hilda Cahyani, memaparkan terkait program IISMA dan mengundang institusi perguruan tinggi di Filipina untuk bergabung menjadi tuan rumah bagi mahasiswa Indonesia.
“IISMA akan memperkenalkan mahasiswa Indonesia pada dunia pendidikan internasional dan keragaman budaya lainnya. Mereka akan menghabiskan satu semester di universitas mitra luar negeri untuk belajar dan melakukan tugas praktis untuk mengasah keterampilan mereka.
Pada tahun 2024, jumlah host university dalam program IISMA semakin meningkat. Beberapa universitas mitra dari negara ASEAN di antaranya adalah Malaysia, Singapura, dan Thailand,” kata Hilda.
Ia menjelaskan tentang kriteria dan jadwal pendaftaran bagi calon institusi mitra untuk IISMA 2025. Pendaftaran akan dimulai pada Agustus 2024, kemudian diikuti oleh beberapa tahap seperti penilaian proposal, persiapan program, pelaksanaan program, pengumuman, kontrak, dan pelaporan.
Di sisi lain, Direktur Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Faiz Syuaib, menjelaskan bahwa Kemdikbud Ristek memiliki tugas untuk mengawasi pembuatan kebijakan penelitian, mengelola pendanaan penelitian dan pengabdian masyarakat, serta memfasilitasi kemitraan penelitian internasional di tingkat perguruan tinggi
Saat ini, kemitraan penelitian perlu dilakukan dengan mempertimbangkan lima bidang prioritas Indonesia tahun 2022-2023, yang meliputi green economy, blue economy, ekonomi digital, pariwisata, dan kesehatan.
“Untuk kolaborasi pendanaan penelitian internasional, Indonesia telah memiliki sejumlah program, baik bilateral maupun multilateral, dengan berbagai negara mitra. Namun saat ini belum ada payung perjanjian kerja sama di bidang penelitian antara Indonesia dan Filipina," kata Faiz.
Untuk itu, kata Faiz, melihat potensi sumber daya yang dimiliki oleh Indonesia dan Filipina, saya harap kita dapat membangun kolaborasi penelitian yang bermanfaat di masa depan.