• EKSEKUTIF

Pembangunan PLKI Ciawi Ditargetkan Selasai Oktober 2024

M. Habib Saifullah | Rabu, 31 Jul 2024 14:47 WIB
Pembangunan PLKI Ciawi Ditargetkan Selasai Oktober 2024 Itjen Kemenag, Ahmadun bersama rombongan saat meninjau Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam (PLKI) Ciawi (Foto: Dok. Humas Kemenag)

INDONESIAINFO.ID - Pembangunan Pusat Pelayanan Literasi Keagamaan Islam (PLKI) Unit Percetakan Al-Qur`an (UPQ) di Ciawi sudah sampai 73,5% dan ditargetkan akan selesai pada Oktober 2024.

Hal itu dikatakan Inspektur Investigasi Inspektorat Jenderal Kementerian Agama (Itjen Kemenag) Ahmadun saat meninjau PLKI UPQ di Ciawi. Anggaran pembangunan gedung tersebut bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Ahmadun mengatakan, kunjungan ini merupakan bagian dari pengawasan pelaksanaan proyek strategis untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi pelayanan keagamaan di Indonesia.

"Apalagi proyek pembangunan PLKI UPQ ini termasuk kategori pembangunan SBSN paket besar dengan nilai pagu di atas 100 miliar," kata Ahmadun di Ciawi, Selasa (30/07/2024).

Menurutnya, proyek PLKI UPQ ini memiliki peran penting dalam mendukung literasi keagamaan Islam di Indonesia.

"Proyek ini tidak hanya berfokus pada produksi Al-Qur`an, tetapi juga pada penyediaan fasilitas literasi keagamaan yang berkualitas," kata dia.

Ahmadun menambahkan, pusat literasi ini tidak hanya berupa bangunan megah tapi makin memperkuat citra wajah keIslaman di Indonesia yang ramah sehingga bisa menjadi rujukan masyarakat dunia.

Beberapa hal yang menjadi perhatian Inspektur Investigasi ini ialah kelengkapan infrastruktur, faktor keselamatan kerja, akses tangga darurat, optimalisasi pemanfaatan ruang dan juga desain ruang kantor.

Gedung ini juga dilengkapi ruang pameran, ruang teater, ruang kantor, dan jembatan penghubung antara gedung PLKI dengan gedung percetakan Al-Qur’an.

"Kami berharap proyek dengan nilai besar dan gedung yang megah dapat selesai tepat waktu dan dengan kualitas yang bagus sehingga dapat dimanfaatkan untuk masyarakat luas untuk mengakses literatur keagamaan Islam yang berkualitas," ujar Ahmadun.