Waterfront City Pangururan (Foto: Dok. Humas Kementerian PUPR)
INDONESIAINFO.ID - Penataan Waterfront City Pangururan di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba, Provinsi Sumatera Utara, yang dibangun sejak september 2022 telah tuntas.
Kawasan dengan total wilayah seluas 64 hektare ini merupakan hasil garapan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya, guna mendukung pengembangan KSPN di Seluruh Indonesia.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, keterpaduan pembangunan infrastruktur di setiap KSPN merupakan hal yang penting. Oleh karena itu, Kementerian PUPR juga telah menyusun Program Pengembangan Kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba.
Penataan ini mencakup pembangunan jalan, penyediaan air baku dan bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, serta perbaikan hunian penduduk. Infrastruktur menjadi prioritas utama, diikuti oleh fasilitas penunjang dan promosi besar-besaran untuk menarik wisatawan.
"Untuk pariwisata, pertama yang harus diperbaiki infrastrukturnya, kemudian amenities, dan event, baru promosi besar-besaran. Itu yang harus kita jaga betul. Kalau hal itu tidak siap, wisatawan akan datang sekali saja dan tidak kembali lagi," kata Basuki dalam keterangannya, dikutip di Jakarta, Senin (5/8/2024).
"Prinsip penataan kawasan wisata ini adalah mengubah wajah kawasan dengan cepat, terpadu dan memberikan dampak bagi ekonomi lokal dan nasional," ujar menteri PUPR.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman, Wahyu Kusumosusanto mengatakan, penataan kawasan Waterfront City Pangururan dibangun dengan anggaran sebesar Rp161,5 miliar, sekaligus dengan penataan kawasan Panorama Tele.
Setelah dilakukan penataan, saat ini Kawasan Waterfront City Pangururan memiliki wajah baru dan dilengkapi dengan berbagai instalasi seni yang dirancang untuk memperkaya pengalaman wisata di Danau Toba.
Beberapa instalasi tersebut antara lain, Patung Boraspati Tano dan Boru Saniang Naga yang menggambarkan kebudayaan Batak, kemudian Patung Pustaha dan Syair Tao Toba yang merepresentasikan kekayaan literatur lokal, serta display batuan geologi Toba yang bersifat edukatif.
“Selain itu, atraksi seni air mancur `Aek Menari` dan panggung apung `Aek Natio` akan menjadi pusat pertunjukan seni dan budaya. Diputar pula instalasi seni musik `Aek Margondang` yang akan memperdengarkan musik tradisional Batak," kata Wahyu.
"Dan juga Taman Rohani dan Instalasi Dry Fountain Plaza Rohani menawarkan ruang refleksi dan spiritual yang menenangkan," ujar dia.
Kawasan Waterfront City Pangururan juga akan dilengkapi dengan Galeri Samosir yang akan menampilkan kekayaan budaya dan sejarah Samosir. Di dalamnya terdapat instalasi seni tradisi `Solu Bolon` dan ukiran totem Batak.
Selain itu, storytelling signages di Pangururan Waterfront juga akan memberikan wawasan mendalam tentang sejarah dan budaya setempat.