• EKSEKUTIF

Menteri PPPA Dorong Aisyiyah Aktif Sosialisasi UU TPKS

Agus Mughni Muttaqin | Senin, 05 Agu 2024 18:30 WIB
Menteri PPPA Dorong Aisyiyah Aktif Sosialisasi UU TPKS Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga pada Tasyakur Resepsi Milad Aisyiyah ke-107 yang digelar Bali (Foto: Kementerian PPPA)

Indonesiainfo.id - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mendorong organisasi perempuan Muhammadiyah atau Aisyiyah turut membantu pemerintah untuk mensosialisasikan Undang-Undang Nomer 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan seksual (UU TPKS).

“Saya mohon dukungan dari Aisyiyah untuk membantu dalam Sosialisasi UU TPKS. Hadirnya UU TPKS merupakan terobosan dan pembaharuan hukum dalam hal strategi nasional perlindungan dan pemenuhan hak-hak korban kekerasan seksual dari hulu hingga hilir,” katanya dalam keterangan resmi dikutip di Jakarta, Senin (5/8).

Menteri PPPA, pada Tasyakur Resepsi Milad Aisyiyah ke-107 yang digelar Bali, menyebut bahwa jaringan organisasi Aisyiyah sangat luas hingga akar rumput mencakup ribuan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (setingkat Kecamatan) dan puluhan ribu Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (setingkat Desa).

"Dalam sejarahnya, sebagai organisasi perempuan yang berdiri di masa awal pergerakan dan telah memiliki visi persatuan pergerakan perempuan, ‘Aisyiyah berperan aktif dalam penyelenggaraan Kongres Perempuan Indonesia I dan memprakarsai berdirinya Kongres Wanita Indonesia (KOWANI)," katanya.

Dalam perjalanan organisasi, kata Menteri Bintang, Aisyiyah terus berkembang dengan program-program bagi kesejahteraan para kader dan masyarakat.

“Kita semua sangat berharap kader ‘Aisyiyah dapat berperan sebagai; (1) pendukung yang kuat untuk mewujudkan kesetaraan gender dengan jalan yang berdasarkan pada Ketuhanan, keimanan, dan konstitusi; pembaharu dalam cara berpikir untuk penyelesaian masalah kesetaraan gender," katanya.

Kemudian, pelopor pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di berbagai tingkatan, dan (4) komunikator antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput,” kata Menteri PPPA.

Sementara itu, Ketua Aisyiyah Provinsi Bali, Sari Prasetya Angkasa mendorong semua pengurus dan kader untuk berkiprah lebih aktif lagi di ruang public dan mengembangkan potensi yang ada .

"Kehadiran Aisyiyah merupakan langkah ijtihad dalam menerjemahkan nilai-nilai ajaran Islam menghadapi stuktur sosial yang dipengaruhi paham agama dan budaya yang membelenggu dunia perempuan," kata Sari.