• EKSEKUTIF

Moderasi Beragama Dinilai Dapat Ademkan Situasi Konflik Geopolitik

M. Habib Saifullah | Rabu, 07 Agu 2024 16:21 WIB
Moderasi Beragama Dinilai Dapat Ademkan Situasi Konflik Geopolitik Staf Ahli Menteri Luar Negeri RI Bidang Hubungan Antarlembaga Muhsin Syihab (kanan) saat menjadi narasumber dalam Diskusi Terbuka di UIN Ar-Raniry, Banda Aceh (Foto: Dok Kemenag)

INDONESIAINFO.ID - Penguatan Moderasi Beragama perlu dilakukan di berbagai lini, termasuk diplomasi internasional. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengatakan, moderasi beragama bisa menjadi solusi mengademkan konflik geopolitik saat ini.

Staf Ahli Menteri Luar Negeri (Menlu) Bidang Hubungan Antar lembaga Muhsin Syihab mengatakan bahwa ajaran setiap agama sudah mengandung prinsip-prinsip kedamaian, sehingga yang perlu ditekankan adalah penguatan moderasi beragama itu sendiri.

"Penguatan Moderasi Beragama dapat menjadi solusi atas ketidakpastian geopolitik global saat ini," kata Muhsin dalam diskusi bertajuk Peran Diplomasi Indonesia dalam Penguatan Moderasi Beragama di UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Selasa (6/8/2024).

"Ada rivalitas yang nyata antara negara superpower. Situasi panas di sejumlah kawasan, sikap saling tidak percaya antarnegara, dan berbagai kondisi ketidakpastian menunjukkan bahwa geopolitik global sedang tidak baik-baik saja," imbuh dia.

Sementara itu Rektor UIN Ar-Raniry Mujiburrahman dalam sambutannya menyampaikan paradigma akademik di UIN Ar-Raniry dan menyambut baik kunjungan pertama perwakilan Kemenlu di lingkungan akademisi.

"Indonesia telah mendapat pengakuan dunia dalam penguatan moderasi beragama di tengah keberagaman budaya," kata Mujiburrahman.

Sementara itu Kepala PKMB UIN Ar-Raniry Saifuddin A Rasyid mengatakan kolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri RI bertujuan untuk memperkuat moderasi beragama di kampus.

"Ini juga dilaksanakan dalam ranga menambah wawasan akademisi dan mahasiswa UIN Ar-Raniry mengenai peran diplomasi Indonesia dalam mewujudkan harmoni antarumat beragama," kata Saifuddin.