• EKSEKUTIF

Menparekraf Dorong Investasi Bidang Perhotelan di Bali

M. Habib Saifullah | Rabu, 07 Agu 2024 20:38 WIB
Menparekraf Dorong Investasi Bidang Perhotelan di Bali Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam The 9th Edition Of Thinc Indonesia in Bali (Foto: Dok. Humas Kemenparekraf)

INDONESIAINFO.ID - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, penyelenggaraan The 9th Edition Of Thinc Indonesia in Bali dapat meningkatkan investasi bidang perhotelan di Bali.

Hal tersebut disampaikan oleh Sandiaga saat menjadi pembicara pada acara `The 9th Edition Of Thinc Indonesia in Bali Sesi Fireside Chat` di Nusa Dua, Bali, Rabu (7/8/2024).

"Sukses untuk Thinc dan hopefully bisa menghadirkan investasi yang berkualitas dan berkelanjutan pada sektor pariwisata," kata Sandiaga.

Dalam event ini Menparekraf memaparkan berbagai peluang investasi yang bisa dilakukan di industri pariwisata Bali. Dia menjelaskan, peningkatan kedatangan wisman ke Bali pada 2024 telah tumbuh di atas 20 persen.

Sampai saat ini kunjungan wisman ke Bali sudah di atas 21 ribu. Namun yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah adalah pemerataan wisatawan agar tidak terjadi overtourism.

"Kita inginkan tetap kondusif karena saya bicara dengan beberapa asosiasi perhotelan okupansinya sudah membaik. Tapi kita harus jaga ini agar mereka mendapat pengalaman terbaik," kata Sandiaga.

Kini pemerintah pun sedang membangun proyek MRT di Bali, yang diharapkan menjadi solusi untuk menekan kemacetan, khususnya di sejumlah daerah di Bali Selatan.

Selain itu, pemerintah juga sedang membangun konektivitas Banyuwangi-Bali Barat (BBB), yang diharapkan bisa menjadi umpan untuk mendongkrak kunjungan wisatawan di kabupaten yang terletak di ujung timur Pulau Jawa tersebut.

Dengan harapan wisatawan mendarat ke Banyuwangi terlebih dahulu, kemudian melanjutkan perjalanan ke Bali atau sebaliknya.

"Pekerjaan rumah sekarang adalah mendistribusikan kunjungan wisman ke Bali ini di area lain di luar Bali Selatan. Kita harapkan ini bisa dilakukan dari bantuan pembangunan investasi di Bali Barat, Bali Utara, dan juga Bali Timur," ujar dia.

Apalagi sekarang, kebijakan golden visa yang baru saja diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), menurut Menparekraf bisa menjadi daya tarik investor untuk berkarya dan berinvestasi di Indonesia.

"Adanya layanan golden visa mampu meningkatkan fasilitas pariwisata dan ekonomi digital, yang akan memberikan dampak positif kepada pariwisata domestik,"ujar Menparekraf.