• EKSEKUTIF

Wapres Minta Polri Ciptakan `Vaksin` Serangan Siber

M. Habib Saifullah | Kamis, 08 Agu 2024 22:05 WIB
Wapres Minta Polri Ciptakan `Vaksin` Serangan Siber Wakil Presiden (Wapres) Ma`ruf Amin saat mengikuti Seminar Peserta Didik Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (SESPIMTI) POLRI Pendidikan Reguler (DIKREG) Ke-33 Tahun 2024, secara virtual (Foto: Dok. Humas Wapresri)

INDONESIAINFO.ID - Keamanan siber menjadi salah substansi dalam perkembangan ekonomi digital. Untuk itu, Wakil Presiden Ma`ruf Amin meminta Institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk menciptakan `vaksin` serangan siber.

Hal tersebut disampaikannya dalam Seminar Peserta Didik Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (SESPIMTI) POLRI Pendidikan Reguler (DIKREG) Ke-33 Tahun 2024, secara virtual dari Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2024).

"Upayakan langkah- langkah inovatif dan komprehensif yang dapat menjadi `vaksin` bagi semua serangan siber," kata Wapres.

Menurutnya, ancaman digital yang menyasar data nasional dan pribadi masyarakat membutuhkan penanganan intensif berupa langkah-langkah progresif oleh negara melalui kolaborasi Polri dengan lembaga lain.

"Hilangkan sekat-sekat birokrasi yang kaku, karena kita semua bekerja dalam kerangka NKRI," ujar Wapres menambahkan.

Wapres juga menekankan arti penting untuk cepat tanggap dalam menghadapi aduan masyarakat. Sikap ini harus dipedomani oleh anggota Polri di seluruh tingkatan.

"Tingkatkan kemampuan SDM aparatur di bidang siber agar lebih responsif dan tanggap atas laporan masyarakat. Latih personil Polri dari tingkat Mabes sampai ke tingkat Polsek dengan melibatkan unsur-unsur terkait," ujar dia.

Lebih lanjut, Wapres mengingatkan, sebagai institusi yang menjalankan fungsi pengamanan dan pengaturan masyarakat, Polri harus dapat menerima masukan masyarakat yang dilayaninya. Hal ini semata untuk terus meningkatkan kinerja dan kepercayaan publik terhadap Polri.

"Dengarkan saran kritik masyarakat dan tindak lanjuti secara nyata sesuai dengan prosedur yang ada. Aspirasi masyarakat merupakan dorongan untuk memberikan pelayanan keamanan dan ketertiban yang lebih baik lagi di masa mendatang," kata dia.

Sementara itu, Kepala Sespim Lemdiklat Polri Chryshnanda Dwilaksana menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam menjawab berbagai tantangan di era digital.

Chryshnanda menyebut, bangsa Indonesia juga masih menghadapi kerawanan siber akibat penggunaan aplikasi dari luar.

"Kita semua paham, kita masih menggunakan sistem aplikasi yang belum berdaulat dan penuh kerawanan. Oleh karena itu, sinergitas para pemangku kepentingan sangat penting," kata Chryshnanda.

Selain itu, SDM adalah aset utama bangsa yang pada era digital saat ini diharapkan piawai dalam Network IoT (Internet of Things). Melalui kegiatan ini, peserta rapat juga diharapkan mampu memahami dan membangun sebuah sistem mutakhir yang dapat diandalkan dalam pelayanan masyarakat yang berbasis data.