• EKSEKUTIF

Menko Luhut Puji Inovasi Kapal Sampah TNI AD

Agus Mughni Muttaqin | Minggu, 11 Agu 2024 18:05 WIB
Menko Luhut Puji Inovasi Kapal Sampah TNI AD Menko Marves Luhut B. Pandjaitan memuji inovasi kapal sampah TNI AD dalam membersihkan sampah di Sungai Citarum (Foto: Kemenko Marves)

Indonesiainfo.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan mengapresiasi para pihak yang telah terlibat dalam pembersihan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, khususnya inovasi kapal pembersih sampah dari TNI AD.

"Inovasi dari TNI AD menggunakan kapal pembersih sampah itu sehingga pengambilan sampah di sungai tidak menggunakan tenaga manusia merupakan hal yang luar biasa," katanya dalam keterangan resmi dikutip di Bandung, Minggu (11/8).

Luhut juga turut mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara TNI dan Pemerintah Daerah, termasuk pihak AstraZeneca Indonesia dalam pembersihan DAS Citarum ini

"Saya senang sekali, kolaborasi teman-teman TNI dan Pemerintah Daerah, secara khusus Pak Bei (Pj. Gubernur Jawa Barat) dan Ibu Esra (Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia) yang bekerja dengan hati untuk membereskan ini hingga hasilnya dapat kita lihat seperti sekarang,” katanya.

Menurut Menko Luhut, Pemda Jawa Barat telah melakukan langkah yang baik dengan membangun Teknologi Incinerator Sampah (PSEL) di Legok Nangka untuk memproses 2.000 ton/hari sampah dari Bandung Raya menjadi energi listrik sebesar 40 M Watt.

“Saya gak kebayang juga kalau ini (incinerator di Legok Nangka) bisa jadi. Tapi tadi Pak Gubernur beritahu saya bahwa Presiden RI akan groundbreaking yang diharapkan pada akhir bulan ini,” kata Menko Luhut.

Menko Luhut pun berharap agar Pemerintah Daerah, dalam hal ini Gubernur, Walikota/Bupati di Jawa Barat agar terus mengoptimalkan pemanfaatan 17 TPST (kapasitas 1.281 ton/hari) yang dibangun di sepanjang DAS Citarum melalui program ISWMP WB, dengan ekonomi sirkular termasuk teknologi RDF.

Isu sampah, menurut Menko Luhut merupakan hal yang strategis dan tidak sepatutnya dianggap remeh. Karena apa pun yang kita bangun kalau kotor, orang tidak akan apresiasi. Dirinya menambahkan perlunya mengajarkan anak-anak usia dini untuk memilah sampah agar mulai terbiasa.

Sementara itu, Pj. Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin menyampaikan, dengan semangat kolaborasi pentahelix, DAS Citarum yang awalnya disematkan sebagai sungai terkotor di dunia, saat ini meningkat menjadi tercemar ringan.

"Pencapaian pembersihan Sungai Citarum ini juga telah diangkat di WWF Bali lalu. Mari tetap bersinergi dan berkomitmen untuk tujuan bersama yaitu Citarum Harum,” kata Bey Machmudin.