• EKSEKUTIF

Kominfo Ajak Tingkatkan Adopsi AI untuk Tumbuhkan Ekonomi Digital

Agus Mughni Muttaqin | Rabu, 21 Agu 2024 12:45 WIB
Kominfo Ajak Tingkatkan Adopsi AI untuk Tumbuhkan Ekonomi Digital Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Nezar Patria dalam Sarasehan Nasional Peluncuran AI Transformation Policy Manifesto, Rekomendasi Untuk Optimalisasi Ekonomi Digital Indonesia, di Jakarta (Foto: Kominfo/AYH)

Indonesiainfo.id - Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Nezar Patria mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan adopsi kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) agar dapat berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi digital nasional.

“Bersama stakeholder untuk memberikan pandangannya atas pengembangan AI, terutama bagaimana teknologi terkini ini, bisa kita optimalkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia,” katanya.

Hal tersebut Nezar sampaikan dalam Sarasehan Nasional Peluncuran AI Transformation Policy Manifesto, Rekomendasi Untuk Optimalisasi Ekonomi Digital Indonesia, di Sari Pacific Jakarta Pusat, Selasa (20/08).

Dalam kesempatan itu, Nezar Patria menyatakan beberapa lembaga pemerintah di Indonesia telah menerapkan teknologi AI untuk layanan publik pada masing-masing sektor.

“Contohnya di Kementerian Kominfo sendiri mengembangkan teknologi AI untuk mendeteksi berita palsu atau hoaks yang beredar di ruang digital dengan teknologi yang kita sebut sebagai NLP (Natural Language Processing) dan juga memakai machine learning,” jelasnya.

Selain Kementerian Kominfo, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan mengembangkan chatbot berbasis AI untuk membantu wajib pajak mendapatkan informasi dan layanan terkait perpajakan dengan lebih mudah.

“Di Kementerian Kesehatan juga mengembangkan dan memanfaatkan AI dan teknologi kesehatan di bidang radiologi dan patologi di beberapa rumah sakit di Indonesia. Dan juga teknologi rontgen dada, CT Scan, otak dan juga patologi anatomi yang lain,” kata Nezar.

Menurut Nezar , pengembangan AI juga diterapkan dalam sejumlah layanan di kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk menganalisis data dalam jumlah besar dengan tujuan yang khusus.

“Misalnya memprediksi cuaca dan bencana, memprediksi pola lalu lintas. Ini paling banyak dipakai saat ini untuk memetakan traffic di jalan tol dan lain sebagainya sudah menggunakan AI termasuk mengatur lalu lintas pintu tol,” tuturnya.

Nezar mengapresiasi pemangku kepentingan dan mitra Kementerian Kominfo yang ikut melakukan kajian tematik tentang pengembangan AI di Indonesia.

“Kita harapkan forum ini menjadi wadah dan sarana untuk menampung berbagai macam masukan. Bersama mari kita wujudkan tata kelola AI yang aman, inklusif dan terpercaya demi Indonesia terkoneksi, makin digital, makin maju,” katanya.