• EKSEKUTIF

Kemenko Marves Dorong Jabar Pelajari Teknologi Pertanian Jepang

Agus Mughni Muttaqin | Rabu, 21 Agu 2024 15:30 WIB
Kemenko Marves Dorong Jabar Pelajari Teknologi Pertanian Jepang Kemenko Marves menggelar rapat koordinasi persiapan pelaksanaan pelatihan Bahasa Jepang di kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Provinsi Jabar (Foto: Kemenko Marves)

Indonesiainfo.id - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) melalui Asisten Deputi Infrastruktur Pengembangan Wilayah (Asdep IPW) menginisiasi program pengembangan sumber daya manusia (SDM) pertanian di Jawa Barat (Jabar).

Asdep IPW Kemenko Marves, Djoko menuturkan, pengembangan SDM pertanian tersebut di antaranya dengan menyiapkan pelatihan Bahasa Jepang bagi para siswa di Jabar agar ke depannya dapat mempelajari teknologi pertanian di Jepang.

“Ada peluang anak-anak muda kita bisa belajar teknologi pertanian di Jepang. Setidaknya ada 443 SMK Pertanian di Provinsi Jawa Barat. Tentunya ini peluang yang sangat bagus sekali,” kata Djoko dalam keterangan resmi dikutip di Jakarta, Rabu (21/8).

Lebih lanjut, Asdep menyorot SMK Pertanian Al-Ittifaq di Ciwidey Kab Bandung yang dinilai sebagai salah satu SMK potensial. Ekosistem pendidikannya sudah terhubung dengan sistem pertanian terpadu. Siswanya dilatih sedemikian rupa tidak hanya lewat teori, namun juga praktik.

"Al-Ittifaq bahkan menjadi rujukan dari banyak SMK Pertanian lain se-Indonesia dalam hal pendidikan generasi muda. Banyak pelajar dari luar pulau yang datang dan magang di sana. “Para pelajar ini punya kesempatan belajar dan bekerja di Jepang, dengan syarat mereka menguasai bahasa Jepang,” kata Djoko.

Oleh sebab itu, Kemenko Marves menginisiasi program pelaksanaan pelatihan Bahasa Jepang bagi siswa SMK di Jabar. Koordinasi lintas sektor dilakukan, melibatkan Pemprov Jabar, Universitas Padjadjaran (Unpad), dan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ittifaq untuk berkolaborasi melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Diharapkan nantinya akan terselenggara kegiatan peningkatan kemampuan Bahasa Jepang bagi siswa-siswa SMK Pertanian di lokasi pilot proyek.

“Sementara ini pilot proyek ada di Jabar. Tapi tidak menutup kemungkinan akan dibuka di provinsi lain. Untuk tahap awal, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Unpad, khususnya Sastra Jepang akan menjadi tenaga pengajar. Mereka akan mendapat SKS kredit setara sampai dengan 20 SKS sebagai bagian dari implementasi MBKM," kata Djoko.

"Bagi siswa SMK, yang diajarkan adalah Bahasa Jepang dasar, sebagai muatan ekstrakurikuler di luar jam sekolah. Nantinya ada juga rencana pengajar dari JICA untuk pendidikan bahasa di level yang lebih advance,” kata Djoko. 

Sementara itu, Kepala Bappeda Jabar, Iendra Sofyan merespon positif upaya pengembangan SDM Pertanian di Jabar. Menurutnya, Jepang memiliki histori yang cukup baik dalam teknologi pertanian.

Di sisi lain, kata Sofyan, Jabar memiliki banyak sekali lahan pertanian yang bisa dikembangkan untuk menjawab tantangan pangan dan pembangunan ekonomi di masa depan. Hingga Agustus 2024, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jabar masih tergolong tinggi (6,69 persen).

Sofyan berharap lulusan SMK Pertanian yang belajar di Jepang nantinya bisa membuka lapangan kerja sekembalinya mereka ke Indonesia.

“Semoga sekembalinya mereka ke Indonesia, pertanian kita bisa berkembang, angka TPT berkurang, dan lapangan kerja terbuka lebar,” kata  Sofyan.