• EKSEKUTIF

Kementerian Kelautan: Gernas BBI Momentum Perkuat UMKM Perikanan

M. Habib Saifullah | Rabu, 28 Agu 2024 09:34 WIB
Kementerian Kelautan: Gernas BBI Momentum Perkuat UMKM Perikanan Dirjen Penguatan Daya Saing (PDSPKP), Budi Sulistiyo (kiri) dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia/Bangga Berwisata di Indonesia (Gernas BBI/BBWI) (Foto: Dok: Humas KKP)

INDONESIAINFO.ID - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjadikan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia/Bangga Berwisata di Indonesia (Gernas BBI/BBWI) sebagai momentum untuk memerkuat Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Perikanan.

Program ini diharapkan dapat menjadi kesempatan mempromosikan dan memperluas akses pasar UMKM dengan memanfaatkan dunia digital dan marketplace, serta meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan baik domestik maupun internasional ke Indonesia.

"Selain memperkuat perekonomian daerah, Gernas BBI/BBWI ditujukan untuk membawa nama Indonesia ke panggung dunia," ujar Dirjen Penguatan Daya Saing (PDSPKP), Budi Sulistiyo dalam keterangannya, dikutip di Jakarta, Rabu (28/8/2024).

Gernas BBI/BBWI digelar pada akhir pekan kemarin di Ambon, Maluku. Program yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada (14/5/2020) dicapai melalui 3 strategi besar, yaitu digitalisasi UMKM, hilirisasi industri, dan ekonomi hijau atau ekonomi berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Program tersebut pun sejalan dengan Blue Economy Policy dalam pemanfaatan sumber daya dan biodiversity sektor kelautan dan perikanan Indonesia yang melimpah secara berkelanjutan.

Budi Sulistiyo menambahkan, Gernas BBI/BBWI sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan asupan protein ikan. Terlebih selama BBI/BBWI Ambon, Maluku, UMKM dipersiapkan untuk bisa memenuhi standar keamanan pangan guna memperluas pangsa pasarnya, termasuk masuk di e-katalog daerah.

"Dan dengan pengelolaan ikan berkelanjutan, kami percaya perpaduan ikan dan rempah dari Maluku dapat menjadi asupan protein berharga, bukan hanya bagi generasi saat ini, tapi juga generasi mendatang," ujar Budi.

Karenanya, dia mengajak masyarakat untuk melakukan hal sederhana, dimulai dengan belanja dan mengonsumsi hasil perikanan dari nelayan, pembudidaya, pengolah, dan pemasar Maluku.

"Kami percaya bangga buatan Indonesia bisa bikin kita Merdeka Protein 100 gram dan dapat bersaing dengan negara-negara maju," kata Budi.

Ke depan, Budi berharap Pemda Maluku menyiapkan kawasan industrilisasi yang terintegrasi dengan kawasan berikat serta mengedukasi UMKM untuk tidak hanya menghasilkan produk akhir.

"Tetapi menyiapkan produk untuk menjadi bahan baku industri, " ujar dia.

Sebagai langkah konkrit, KKP juga telah mengusulkan agar ikan menjadi salah satu menu dalam program makan bergizi pada pemerintahan kedepan. Salah satu inovasi yang dikembangkan yaitu ekstrak protein dari ikan (Hidrolisat Protein Ikan).

Ekstrak protein ikan memiliki kelebihan mudah disimpan, didistribusikan, dapat dapat diaplikasikan kedalam aneka produk makanan.

"HPI bisa jadi bahan tambahan untuk jajanan khas Maluku seperti talam sagu dan sinole yang hari ini kita demonstrasikan sehingga memiliki kandungan gizi tinggi, dan hampir tidak mengubah rasa aslinya," kata Budi.