Dirjen Pendis Abu Rokhmad bersama Mahasiswa Baru Penerima Beasiswa dari Kerajaan Maroko (Foto: Dok. Kemenag)
INDONESIAINFO.ID - Kementerian Agama (Kemenag) kembali memberangkatkan 50 mahasiswa baru yang lolos seleksi beasiswa dari Kerajaan Maroko. Sebelum terbang, mereka menerima pembekalan dari Ditjen Pendidikan Islam.
"Perjalanan yang akan ditempuh ke Timur Tengah adalah langkah besar dan sangat berarti dalam perjalanan akademik dan professional," kata Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Abu Rokhmad dalam keterangannya, dikutip di Jakarta, Minggu (8/9/2024).
"Kalian berkesempatan untuk mempelajari berbagai ilmu pengetahuan dan pengalaman berharga yang akan menjadi modal berharga dalam mengemban amanah dan tanggung jawab di masa depan, tidak hanya atas nama perwakilan Kementerian Agama tetapi juga negara Indonesia," ujar dia menambahkan.
Abu Rokhmad berpesan agar mahasiswa baru belajar tekun dan menjadikan setiap kesempatan sebagai pengalaman berharga.
"Juga agar aktif berkontribusi pada Komunitas Akademis dan Sosial serta jalin hubungan yang baik dengan dosen dan sesama mahasiswa," ujar Rokhmad.
Dia berharap selama menjalani perkuliahan, mahasiswa selalu menjaga komunikasi yang baik dengan pihak Kementerian Agama dan sesama penerima beasiswa. Mahasiswa juga diminta terus berbagi pengalaman dan informasi mengenai studi di Maroko.
Menurutnya, pengalaman dan pengetahuan selama studi sangat berharga dan dapat memberikan inspirasi serta manfaat bagi calon penerima beasiswa di masa depan.
"Pengalaman yang kalian bagikan akan sangat membantu dalam menjelaskan manfaat dan tantangan dari program beasiswa ini," kata dia.
Dirjen menambahkan, beasiswa ini adalah salah satu bentuk kerja sama yang dilakukan Kementerian Agama RI dan Pemerintah Kerajaan Maroko.
Sehingga, mahasiswa Indonesia bisa mendapatkan manfaat dalam bidang pendidikan berupa beasiswa studi yang tahun ini masih pada jenjang S1. Menurut Abu Rokhmad, tidak menutup kemungkinan ke depan akan ada jenjang S2 bahkan S3.
Kepala Subdirektorat Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Abdul Rouf menjelaskan, ada banyak pelamar program beasiswa Maroko. Tahun ini, tercatat sebanyak 1.278 yang lolos verifikasi dan ikut proses tes.
"Akhirnya tersaring 50 mahasiswa beruntung yaitu kalian semua dengan nilai passing grade yang bagus," ujar Abdul.
"Kami sangat berharap, kalian dapat menjaga diri dan juga menjaga nama baik bangsa dan negara sampai menyelesaikan studi hingga nanti kembali ke Tanah Air," kata dia.