Menko PMK Muhadjir Effendy pada Muktamar dan Reuni Akbar KBPII menekankan pentingnya pemanfaatna bonus demografi untuk memperkuat ekonomi nasional (Foto: Kemenko PMK)
Indonesiainfo.id - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menekankan pentingnya memanfaatkan era bonus demografi Indonesia untuk memperkuat ekonomi nasional.
Menko PMK Muhadjir Effendy menjelaskan bahwa Indonesia saat ini tengah menikmati era bonus demografi, di mana jumlah penduduk usia produktif lebih tinggi dibandingkan usia non-produktif. Menjelang Indonesia Emas 2045, memanfaatkan potensi ini menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Kita perlu memanfaatkan kehadiran penduduk usia produktif dengan menyediakan lapangan pekerjaan, sehingga mereka bisa berkontribusi secara maksimal terhadap perekonomian nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip pada Minggu (16/9).
Keterangan tersebut Muhadjir sampaikan dalam pidatonya pada Muktamar dan Reuni Akbar Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KBPII) bertajuk `Menguatkan Amal Usaha Berkontribusi Membangun Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045`, di Jakarta pada Sabtu (15/9).
Dalam kesempatan tersebut, Muhadjir juga mengingatkan tentang tantangan besar, yaitu penurunan angka kelas menengah, yang sering disebut sebagai “inspiring middle class” atau kelas yang menuju kelas menengah.
Ia menekankan perlunya kerjasama antara pemerintah dan berbagai komponen bangsa, termasuk organisasi masyarakat seperti KBPII, untuk menjaga kelas menengah agar tidak terperosok ke jurang kemiskinan.
“Inilah ancaman yang kita hadapi. KBPII harus fokus pada upaya menjaga kelas menengah dan mengembangkan aktivitas ekonomi untuk menyelamatkannya,” kata Menko PMK.
Muhadjir menyoroti peran strategis KBPII dalam membantu pemerintah menjaga kelas menengah dan membina kader muda. Dengan jaringan yang luas di berbagai sektor, mulai dari petani, nelayan, hingga politisi dan pengusaha, KBPII diharapkan dapat memainkan peran penting dalam memperkuat ekonomi.
“KBPII memiliki kader di semua lapisan masyarakat. Mereka dapat berkontribusi besar dalam membina dan memberdayakan generasi muda untuk menjadi wirausahawan yang sukses,” jelasnya.
Menko PMK berharap KBPII akan terus membina kader muda agar memiliki jiwa wirausaha dan kemampuan ekonomi yang kuat. Hal ini dianggap sebagai langkah strategis untuk mempersiapkan Indonesia menyongsong tahun 2045 dengan penuh percaya diri.
“Tugas kita adalah memperkuat pengkaderan dan mempersiapkan generasi muda agar mampu mengembangkan dan menciptakan lapangan pekerjaan,” kata Muhadjir.
Dengan dorongan ini, diharapkan KBPII dapat menjadi motor penggerak dalam memanfaatkan bonus demografi dan menjaga stabilitas kelas menengah, serta berkontribusi pada pencapaian Indonesia Emas 2045.