• EKSEKUTIF

Menko Muhaimin Sebut Program MBG Gerakkan Ekonomi Lokal

Vaza Diva Fadhilah Akbar | Kamis, 16 Apr 2026 18:55 WIB
Menko Muhaimin Sebut Program MBG Gerakkan Ekonomi Lokal Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar (Foto: Humas Kemenko PM)

Jakarta, Indonesiainfo.id - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berkembang menjadi penggerak utama ekosistem ekonomi, mulai dari tingkat desa hingga nasional.

Menurutnya, program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi lokal melalui keterlibatan berbagai sektor.

Hal tersebut diungkapkan Menko Muhaimin dalam kegiatan ‘Satu Tahun Perjalanan Makan Bergizi Gratis dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat’ di Kantor Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta, pada Kamis (16/4).

“Tentu lapangan kerja baru adalah komitmen dari pemberdayaan yang harus tumbuh di berbagai program kerja,” ujar Menko Muhaimin.

Ia mengungkapkan bahwa keberhasilan percepatan program MBG tidak terlepas dari dukungan investasi yang signifikan.

Dengan nilai investasi yang mencapai puluhan triliun rupiah, kolaborasi antara pemerintah dan sektor publik dinilai mampu mempercepat implementasi program sekaligus memperluas dampaknya.

“Jadi dalam investasi, inilah yang akan menggerakkan ekonomi sekaligus menumbuhkan pendapatan masyarakat terus-terus menjadi terbukanya lapangan pekerjaan,” jelasnya.

Menko Muhaimin juga menyoroti pentingnya peran pemerintah daerah dalam memastikan bahwa aliran anggaran program MBG dapat menjadi siklus ekonomi yang berkelanjutan di daerah.

Kepala daerah diharapkan mampu mengelola potensi lokal, mulai dari produksi hingga distribusi, agar melibatkan pelaku usaha setempat.

“Kata kuncinya adalah kepala daerah. Bagaimana agar uang BGN yang masuk ke daerah itu menjadi siklus ekonomi di daerah itu. Karena bergantung kepala daerah di dalam mengelola masukan-masukan dan produksi,“ ucap Menko Muhaimin.

Dalam pelaksanaannya, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dinilai sebagai simpul penting dalam membangun ekosistem ekonomi dari hulu ke hilir.

SPPG tidak hanya berfungsi sebagai penyedia makanan bergizi, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang memberikan peluang usaha bagi masyarakat sekitar.

“SPPG menjadi kekuatan baru yang bisa menjadi avenger dari seluruh proses ekonomi yang berlangsung di tanah air ini. Ekosistem SPPG dari hilir ke hulu harus menghasilkan peluang ekonomi masyarakat lokal dan tentu tidak hanya bergantung kepada BGN, tetapi bergantung kepada pemerintah dan kepala daerah,” ucap Menko Muhaimin.

Lebih lanjut, Menko Muhaimin menekankan pentingnya pemberdayaan petani, peternak, dan pelaku usaha lokal sebagai fondasi kemandirian ekonomi nasional.

Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong agar pelaku usaha di desa dapat tumbuh dan berkembang.

“Kita ingin para petani, peternak, dan pedagang lokal menjadi bagian utama dari rantai pasok program ini, sehingga mereka mampu berdiri secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

Memasuki tahun kedua pelaksanaan MBG, pemerintah akan terus melakukan peningkatan kualitas program, baik dari sisi pelaksanaan maupun dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.

Fokus ke depan diarahkan pada penguatan pemberdayaan jangka menengah dan panjang, termasuk mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha baru di Indonesia.

Terakhir, Menko Muhaimin mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam mendukung keberlanjutan program MBG.

Melalui Program Makan Bergizi Gratis, pemerintah optimistis dapat membangun ekosistem ekonomi yang inklusif, memperkuat ketahanan ekonomi daerah, serta mendorong kesejahteraan masyarakat secara merata dari desa hingga tingkat nasional.