• EKSEKUTIF

Kemenperin Dorong Industri Perhiasan Terus Tingkatkan Daya Saing Global

Agus Mughni Muttaqin | Sabtu, 21 Sep 2024 22:55 WIB
Kemenperin Dorong Industri Perhiasan Terus Tingkatkan Daya Saing Global Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita - Kemenperin dorong industri perhiasan terus tingkatkan daya saing global (Foto: Kemenperin)

Indonesiainfo.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menginformasikan bahwa industri perhiasan dalam negeri menunjukkan kinerja yang sangat menggembirakan, dengan pencapaian ekspor yang meningkat drastis. Disebutkan, sepanjang tahun 2023, ekspor barang perhiasan dan barang berharga mencapai USD5,6 miliar, meningkat 46,88 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya USD3,8 miliar.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Reni Yanita, mengatakan bahwa tren positif ini berlanjut di awal tahun 2024, di mana kinerja ekspor dari Januari hingga Juli mencapai USD3,67 miliar, melonjak 18,66 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menurutnya, pencapaian ini menjadi motivasi bagi pelaku industri untuk terus berinovasi dan memperluas pasar.

“Keberhasilan ini adalah sinyal positif bagi pelaku industri perhiasan untuk meningkatkan daya saing produk mereka di kancah internasional,” ujar Reni dalam keterangan resmi dikutip pada Sabtu (21/9).

Sebagai langkah konkret untuk memperluas akses pasar, Kemenperin memfasilitasi partisipasi pelaku IKM dalam Jewellery and Gem World (JGW) Hong Kong 2024, yang akan berlangsung pada 18-22 September 2024. Pameran ini diharapkan menjadi peluang emas bagi pelaku IKM perhiasan untuk menjangkau buyer potensial dari seluruh dunia.

“Hongkong merupakan salah satu tujuan ekspor strategis bagi produk perhiasan Indonesia dan juga pasar kompetitif dengan market share ekspor dunia yang signifikan,” tambah Reni.

Pameran JGW tidak hanya menawarkan kesempatan untuk berpromosi, tetapi juga menjadi ajang bagi pelaku IKM untuk belajar dan memperluas jaringan bisnis. Beragam produk akan dipamerkan, termasuk berlian, batu permata, dan teknologi industri perhiasan.

“Dengan dukungan sumber daya alam dan keahlian SDM, kami yakin industri perhiasan Indonesia akan semakin kuat dan mampu bersaing secara global,” kata Reni.

Menurut data Trademap.org, Indonesia berada di peringkat ke-12 sebagai negara eksportir terbesar produk perhiasan di dunia dengan market share sebesar 2,4 persen. Reni menekankan perlunya upaya berkelanjutan untuk meningkatkan angka ini agar lebih banyak pelaku IKM dapat menikmati dampak positif dari peningkatan ekspor.

Sebagai bagian dari dukungan tersebut, Kemenperin telah memfasilitasi enam IKM perhiasan binaan untuk berpartisipasi di pameran. Alexandra Arri Cahyani, Direktur Industri Aneka dan IKM Kimia, Sandang dan Kerajinan, menjelaskan bahwa proses seleksi melibatkan berbagai pihak, termasuk akademisi dan praktisi bisnis.

Industri perhiasan Indonesia berada di jalur yang menjanjikan dengan pencapaian ekspor yang terus meningkat. Dengan dukungan dari Kemenperin dan partisipasi aktif dalam pameran internasional, industri ini diharapkan semakin berkembang dan dikenal di kancah global.