• EKSEKUTIF

Indonesia Kuasai 80 Persen Ekspor Pasar Gambir Dunia

M. Habib Saifullah | Senin, 23 Sep 2024 11:01 WIB
Indonesia Kuasai 80 Persen Ekspor Pasar Gambir Dunia Ilustrasi komoditas gambir (Foto: Dok. KemenKopUKM)

INDONESIAINFO.ID - Indonesia merupakan eksportir komoditas gambir terbesar di dunia, dengan menguasai 80 persen dunia. Tujuan ekspor terbesar ke India, disusul Jepang, Tiongkok, Pakistan dan Bangladesh serta sebagian negara Eropa.

Asisten Deputi Pembaharuan dan Kemitraan Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) Destry Anna Sari mengatakan, besarnya potensi komoditas gambir, merupakan peluang Indonesia untuk terus meningkatkan pasokannya ke pasar dunia memenuhi kebutuhan industri farmasi, penyamak kulit, dan pengobatan tradisional.

"Gambir adalah salah satu komoditas pertanian yang memiliki banyak manfaat untuk industri dan kesehatan sehingga sangat dibutuhkan dan dicari oleh pasar dunia," kata Destry dalam keterangannya, dikutip di Jakarta, Senin (23/9/2024).

Indonesia bahkan tercatat menjadi penguasa 50 persen pasar gambir di India. Indonesia mencapai nilai ekspor pada 2022 sebesar US$90 juta. Angka ini diproyeksikan terus meningkat seiring dengan peningkatan kualitas produksi dan perluasan pasar. Harga gambir ekspor bervariasi antara US$7500-US$10.000/ton.

Ekspor gambir Indonesia terbanyak berasal dari Sumatera Barat, sebab tanaman ini merupakan komoditas penting di Sumatera Barat. Keunggulan geografis, iklim yang mendukung, dan warisan budaya lokal menjadikan Sumatera Barat menjadi penghasil gambir terbesar di Indonesia.

Selain itu, Destry mengatakan koperasi menjadi badan usaha yang memainkan peran sebagai motor penggerak ekspor gambir Sumatera Barat ialah Koperasi Serba Usaha (KSU) Bangkit Mandiri di Kabupaten Pesisir Selatan.

"KSU telah menerapkan teknik pengolahan gambir berkualitas tinggi dengan kadar katekin hingga mencapai 90%. Peningkatkan kualitas ini yang memang terus didorong sehingga memenuhi standar kebutuhan industri," kata Destry.

Koperasi memproduksi empat grade gambir mulai dari, gambir bootch A (kadar katekin 90%), gambir bootch B (70%-80%), gambir bootch C (60%-70%), dan gambir bootch D (40-50%), dengan kapasitas produksi masing-masing 2 ton/minggu, 2 ton/minggu, 3 ton/minggu, dan 5-10 ton/minggu.

"Peran koperasi dalam mengelola komoditas gambir perlu terus diperkuat sehingga KSU Bangkit Mandiri dan Koperasi Syariah Gambir Anam Koto Mandiri ini, mendapat pendampingan oleh Tenaga Pendamping Koperasi Modern (TPKM)," ujar Destry.

Untuk memperluas jangkauan pasar global, KemenKopUKM juga mengikutsertakan KSU Bangkit Mandiri pada Trade Expo Indonesia 2024. Destry mengatakan kebutuhan gambir akan terus meningkat termasuk di dalam negeri sebagai bahan baku industri makanan, obat-obatan, dan kosmetik.

"Sehingga produksi gambir tidak hanya menguntungkan pemberdayaan ekonomi daerah dan masyarakat lokal, tetapi juga berkontribusi positif terhadap kelestarian lingkungan," kata Destry.