Anggota Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan di Pasuruan Jawa Timur tengah memproses susu sapi perah (Foto: Humas Kemenkop UKM)
Indonesiainfo.id - Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan di Pasuruan Jawa Timur disebut mampu meraup pendapatan rata-rata mencapai Rp1 miliar per hari dari bisnis susu sapi. Koperasi ini tidak hanya berfokus pada produksi susu, tetapi juga pada pengembangan komunitas dan inovasi.
Manager KPSP Setia Kawan, Farhan, menyatakan, susu yang dihasilkan oleh anggotanya berkontribusi signifikan bagi perekonomian lokal. Koperasi yang berdiri sejak tahun 1974 dan memiliki lebih dari 11 ribu anggota, menjadi tumpuan harapan bagi banyak peternak di sekitar.
"Dari susu sapi yang dihasilkan para anggota (peternak sapi) KPSP Setia Kawan bisa memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian masyarakat di sekitar koperasi kami," ujarnya dalam keterangan resmi dikutip dari laman Kemenkop UKM pada Senin (23/9).
KPSP Setia Kawan menjalankan tiga unit usaha utama: peternakan sapi perah, simpan pinjam, dan perdagangan jasa melalui minimarket. “Kami berharap lebih banyak anggota yang aktif menyetorkan hasil perahan mereka, sehingga usaha kami dapat berkembang lebih luas,” tambah Farhan.
Koperasi ini telah menjalin kemitraan dengan beberapa perusahaan besar, termasuk PT Indolakto dan Frisian Flag, untuk menyalurkan hasil susu perahan ke pasar yang lebih luas.
Selain itu, kerja sama internasional dengan Arla Foods dari Denmark dan perusahaan pakan ternak di Belanda semakin memperkuat posisi koperasi di pasar global.
Farhan menjelaskan, salah satu kunci kesuksesan KPSP Setia Kawan adalah penerapan teknologi dalam operasional.
"Digitalisasi di pos penampungan susu membantu kami mengelola hasil perahan dengan lebih efisien dan menjaga kualitas produk," ujar Farhan” Dukungan dari pemerintah dan lembaga akademis juga berperan penting dalam proses ini.
KPSP Setia Kawan tidak hanya berfokus pada keuntungan finansial. Mereka aktif melakukan kegiatan sosial, termasuk pendidikan bagi generasi muda tentang koperasi dan cara beternak yang baik.
“Kami ingin menciptakan kesadaran akan pentingnya peternakan di kalangan milenial. Saat ini, sudah ada 210 peternak muda yang siap melanjutkan usaha ini,” kata Farhan.
Koperasi ini berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya melalui pelayanan yang baik dan pemeliharaan sapi dengan penuh perhatian. Kaderisasi peternak milenial menjadi langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan KPSP Setia Kawan.
Farhan menekankan, generasi penerus sangat penting bagi masa depan koperasi ini. Dengan pelatihan yang tepat, mereka akan menjadi penggerak utama dalam industri peternakan di Indonesia.
Dengan kombinasi inovasi, teknologi, dan perhatian sosial, KPSP Setia Kawan menunjukkan bagaimana bisnis dapat tumbuh sambil memberdayakan komunitas dan menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.