• EKSEKUTIF

Kemenperin Fasilitasi 10 Perusahaan Unjuk Teknologi Industri 4.0 di Jepang

Agus Mughni Muttaqin | Jum'at, 04 Okt 2024 21:15 WIB
Kemenperin Fasilitasi 10 Perusahaan Unjuk Teknologi Industri 4.0 di Jepang Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memfasilitasi 10 perusahaan industri Indonesia untuk memamerkan implementasi teknologi industri 4.0 dan smart manufacturing pada pameran Internasional Manufacturing World Osaka (MWO) 2024, di Intex Osaka, Jepang (Foto: Kemenperin.go.id)

Indonesiainfo.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memfasilitasi 10 perusahaan industri Indonesia untuk memamerkan implementasi teknologi industri 4.0 dan smart manufacturing pada pameran Internasional Manufacturing World Osaka (MWO) 2024, di Intex Osaka, Jepang.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, dengan membawa semangat revolusi industri 4.0, keikutsertaan Indonesia pada pameren MWO Jepang yang berlangsung sejak 2-4 Oktober 2024 ini, diharapkan mampu mendorong kolaborasi dan memperluas akses pasar global, terutama di Asia.

"Pameran ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menampilkan kemajuan industri 4.0 dan membuka peluang kerjasama internasional. Kami berharap langkah ini mampu mempercepat transformasi industri nasional dan memperkenalkan ke kancah internasional," ujar Menperin Agus dalam keterangan persnya, Jumat (4/10).

Pameran Manufacturing World Osaka merupakan salah satu pameran industri manufaktur terbesar di Jepang, yang diikuti oleh lebih dari 1.200 perusahaan dari berbagai negara, termasuk Asia, Eropa, dan Amerika. Pameran ini mencakup berbagai sektor, seperti Design Manufacturing, Mechanical Components, Medical Devices, serta Industrial Artificial Intelligence (AI)/IoT.

Sementara Plt. Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII), Eko S. A. Cahyanto mengatakan, dengan dihadiri sekitar 35.000 pengunjung dari kalangan industri, acara Manufacturing World Osaka ini menjadi platform strategis bagi Indonesia untuk mempromosikan kemampuan industrinya di kancah global.

“Tantangan global seperti perubahan iklim, ketidakpastian ekonomi, dan disrupsi teknologi telah mengubah lanskap industri di seluruh dunia. Oleh karena itu, keikutsertaan Indonesia pada pameran Manufacturing World Osaka ini merupakan bagian dari strategi besar Indonesia untuk memperkuat daya saing dan posisi Indonesia di pasar global,” ujar Cahyanto.

Keikutsertaan Indonesia dalam pameran ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Perindustrian dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo.

Adapun sepuluh perusahaan industri Indonesia yang turut dihadirkan dalam parmeran tersebut di antaranya ialah PT Technogis Indonesia, PT Mes Teknologi Indonesia (VMES), PT Sat Nusapersada Tbk, PT Global Sukses Solusi Tbk (RUN SYSTEM), Ragdalion Technology, Nicslab, PT Dharma Polimetal Tbk, PT Dreamaxtion Teknologi Internasional, PT Inti Karya Semesta (Wilson Fastener), dan Widya Robotic.

Luas booth Indonesia mencapai 81 meter persegi, menampung ragam inovasi teknologi dari masing-masing perusahaan. Konsul Jenderal RI di Osaka, John Tjahjanto Boestami turut hadir dalam pembukaan Paviliun Indonesia di MWO.

Plt Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Putu Juli Ardika menambahkan, Kemenperin berupaya untuk mendorong industri binaan dalam negeri untuk dapat menunjukkan kapabilitasnya di level internasional agar dapat menarik kerjasama dengan partner bisnis dalam bentuk pemasaran ekspor, R&D, ataupun investasi.

“Melalui pameran MWO ini kami dapat mempertemukan industri binaan dalam negeri dengan partner potensial dari luar negeri,” ujar Putu.

Dalam rangkaian acara ini, juga digelar Business Forum pada hari pertama pameran dengan tema “A Glimpse of Indonesia Advanced Manufacturing: Exploring Opportunity". Forum tersebut menampilkan empat narasumber yang merupakan pelaku industri dari sektor manufaktur, perangkat lunak, dan perangkat keras.

Sekretaris Ditjen Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Sopar Halomoan Sirait menyampaikan, Business Forum tersebut dihadiri oleh sekitar 100 peserta yang terdiri dari perwakilan perusahaan, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya, yang tertarik pada peluang dekarbonisasi dan investasi di Indonesia.

“Kami berharap business forum ini dapat dimanfaatkan untuk kerja sama industri dan investasi, promosi kebijakan pemerintah indonesia di bidang manufaktur dan advanced technology, serta promosi produk manufaktur  indonesia di pasar internasional,” ujar Sopar.

Forum bisnis ini juga menghasilkan kesepakatan kerjasama yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara perusahaan Indonesia dengan perusahaan Jepang untuk investasi dalam teknologi manufaktur di Indonesia.

Direktur Akses Sumber Daya Industri dan Promosi Internasional (ASDIPI) Kemenperin, Syahroni Ahmad, dalam sambutannya saat membuka forum, menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi ini mencakup investasi dalam riset dan pengembangan, penerapan teknologi mutakhir, serta menciptakan lingkungan yang berkelanjutan untuk kemajuan industri.

Keikutsertaan Indonesia dalam MWO 2024 diharapkan mampu membuka peluang kerja sama baru di pasar internasional serta mempercepat kemajuan sektor manufaktur nasional. Dengan fokus pada penerapan teknologi industri 4.0, Indonesia siap bersaing di tingkat global dan memperkuat posisinya sebagai pemain utama di industri manufaktur.