Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam acara Industrial Education and Training Expo (IDUTEX) 2024 di Jakarta, ia menekankan SDM unggul kunci wujudkan Indonesia Emas 2045 (Foto: Kemenperin)
Indonesiainfo.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menggarisbawahi komitmen pemerintah dalam mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045.
Dalam sambutannya pada acara Industrial Education and Training Expo (IDUTEX) 2024 di Jakarta, Menperin menekankan bahwa SDM yang kompeten adalah kunci untuk menghadapi tantangan ekonomi masa depan.
"Tentunya adalah SDM yang unggul, kompeten, yang bisa menjawab seluruh masalah dan tantangan ke depan," ujar Menperin dalam keterangannya dikutip dari siaran pers laman Kemenperin pada Selasa (8/10).
Menperin menyoroti potensi besar Indonesia dengan populasi yang didominasi oleh usia muda. "Dengan 67,5 persen dari 281,6 juta jiwa merupakan generasi muda, ini adalah aset penting bagi pengembangan industri kita," ungkap Agus.
Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa SDM siap menghadapi dinamika industri global.
Lebih lanjut, Menteri Agus menuturkan, Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri.
Menperin menjelaskan pentingnya link and match antara kurikulum pendidikan dan tuntutan dunia usaha. “Kami telah berkolaborasi dengan industri dalam perencanaan kurikulum hingga penempatan kerja,” ujarnya.
Pada tahun 2024, BPSDMI berhasil melatih lebih dari 21.500 orang, dan sekitar 5.600 lulusan SMK serta Politeknik Kemenperin akan dilantik. Ini merupakan langkah konkret untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja industri yang terus meningkat.
Menperin memberikan tantangan kepada BPSDMI untuk meningkatkan kapasitas penyelenggaraan pendidikan, mengembangkan program studi baru, dan menjalin kerja sama dengan industri dalam dan luar negeri.
“Kerja sama dengan negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan sangat penting untuk meningkatkan daya saing SDM kita,” ujarnya.
Dalam era digital ini, Menperin juga menekankan perlunya SDM yang mampu memanfaatkan teknologi untuk inovasi. “Kita harus menciptakan teknologi sendiri, termasuk dalam bidang robotika, agar tidak hanya bergantung pada impor,” ungkapnya. Hal ini akan mendorong efisiensi dan daya saing industri dalam negeri.
Dengan fokus pada pengembangan SDM dan pendidikan vokasi yang relevan, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita optimis bahwa Indonesia dapat mencapai visi Indonesia Emas 2045.
Komitmen ini merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa generasi mendatang siap menghadapi tantangan global dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.