Ilustrasi nilai realisasi investasi (Foto: Unsplash/Anne Nygård)
INDONESIAINFO.ID - Dalam satu dekade, Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp9.117,4 triliun dari 2014 hingga 2024.
Menteri Investasi/Kepala BPKM Rosan P. Roeslani mengatakan, angka tersebut telah melebihi target Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Investasi/BKPM, dengan begitu hal ini menunjukkan keberhasilan dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
"Dalam 10 tahun terakhir, kestabilan ekonomi dan politik telah meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Investasi adalah komitmen jangka panjang, sehingga kestabilan sangat penting," ujar Rosan dalam keterangannya, dikutip di Jakarta, Rabu (16/10/2024).
Menteri Investasi juga mengatakan, dengan capaian nilai realisasi tersebut telah menyerap 13.836.775 orang tenaga kerja. Selain itu, dalam periode Januari-September 2024 nilai realisasi investasi mencapai Rp1,261 triliun.
Menteri Rosan mengatakan, kinerja realisasi investasi pada triwulan III 2024 sangat dipengaruhi oleh kebijakan hilirisasi yang dijalankan secara konsisten oleh pemerintah. Menurutnya, hilirisasi adalah kunci pertumbuhan investasi karena dapat meningkatkan nilai tambah dan penciptaan lapangan kerja.
"Hilirisasi memainkan peran penting dalam meningkatkan investasi di Indonesia. Yang paling penting, hilirisasi ini memungkinkan kita memiliki produk dengan nilai tambah dan menciptakan lapangan pekerjaan," Rosan.
Angka realisasi tersebut tidak hanya berkontribusi pada pemenuhan 26,15% dari total target investasi tahun 2024, namun juga menjadi wadah bagi penyerapan tenaga kerja Indonesia sebanyak 650.172 orang.
"Kita melihat angka (hilirisasi) ini cukup konsisten, baik secara triwulanan, tahunan, maupun lima tahunan, selalu di atas 20 persen. Ini menunjukkan bahwa kebijakan hilirisasi yang dijalankan oleh Presiden Joko Widodo sudah menghasilkan dampak yang sangat positif," ujar Rosan.
Berdasarkan sektor usaha, investasi terbesar berasal dari sektor Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi (Rp58,04 triliun), diikuti oleh Industri Logam Dasar (Rp55,87 triliun), Pertambangan (Rp44,64 triliun), Industri Kimia dan Farmasi (Rp31,61 triliun), serta Industri Makanan (Rp31,30 triliun).