• EKSEKUTIF

Wamentan Ajak Jepang Dukung Program Cetak Sawah

M. Habib Saifullah | Jum'at, 18 Okt 2024 12:35 WIB
Wamentan Ajak Jepang Dukung Program Cetak Sawah Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono (Foto: Kementan)

INDONESIAINFO.ID - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengajak Otoritas Jepang untuk turut berpartisipasi dalam menyukseskan program cetak sawah. Hal ini mengingat Jepang dikenal dengan teknologi pertanian yang sangat memumpuni.

Selain program cetak sawah, Wamentan juga mengajak Jepang untuk berinvestasi di Indonesia dan memperkuat kerjasama di sektor pertanian, termasuk perdagangan, pelatihan, dan teknologi pertanian.

"Jepang dan Indonesia memiliki hubungan yang baik sudah lama. Dan tentu saja, kita ingin lebih diperluas lagi di sektor pertanian, apakah itu ekspor-impor, transfer of technology, training, dan seterusnya," ujar Wamentan dalam keterangannya, dikutip di Jakarta, Jumat (18/10/2024).

Selain itu, Wamentan juga menuturkan, fokus utama Presiden terpilih Indonesia, Prabowo Subianto ialah ketahanan pangan. Ia menekankan, pencapaian ketahanan pangan memerlukan pendekatan modern melalui mekanisasi, peningkatan sumber daya manusia, serta penerapan teknologi canggih.

Wamentan Sudaryono menjelaskan, salah satu upaya untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional itu melalui program cetak sawah baru 3 juta hektar. Rencana tersebut akan dilakukan dengan memanfaatkan lahan yang ada tanpa melakukan deforestasi.

"Proyek ini sudah dimulai, dan kami ingin menekankan bahwa pencetakan sawah tidak akan melibatkan deforestasi. Kami akan memanfaatkan lahan yang ada, termasuk lahan rawa, dengan sistem irigasi yang tepat," ujar Wamentan Sudaryono.

Wamentan Sudaryono mengungkapkan keinginannya untuk meningkatkan kerjasama dengan Jepang, khususnya dalam bidang pertanian. Ia berharap banyak petani Indonesia dapat mengikuti pelatihan di Jepang, serta mengadopsi teknologi pertanian terbaru dari negara tersebut.

"Kami ingin Jepang berpartisipasi dalam proyek cetak sawah ini," imbuhnya.

Wamentan Sudaryono juga menyampaikan, program makanan bergizi bagi anak-anak sekolah, yang direncanakan mulai pada tahun 2025, akan menjangkau sekitar 83 juta siswa.

Menurutnya, Presiden terpilih Indonesia, Prabowo Subianto berencana menyediakan makanan bergizi secara gratis, sementara untuk memenuhi kebutuhan susu dan daging, Indonesia membuka peluang bagi sektor swasta untuk mengimpor sapi hidup.

Wamentan menyatakan, sudah ada 46 perusahaan dari dalam dan luar negeri yang berkomitmen untuk mendatangkan 1,3 juta ekor sapi.

"Pemerintah akan memberikan dukungan dalam hal perizinan dan menyiapkan lahan seluas 1 juta hektar untuk memelihara sapi. Kami juga berharap ada keterlibatan dari Jepang dalam program ini," kata dia.