Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo jamin keamanan laga Indonesia vs Bahrain (Foto: Kemenpora)
INDONESIAINFO.ID - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo mengatakan, keamanan dijamin terkendali dalam pertandingan lanjutan antara Indonesia dan Bahrain dalam kualifikasi Piala Dunia 2026, di Jakarta, pada Maret 2025 mendatang.
"Terkait laga Indonesia vs Bahrain saya sudah koordinasi dengan Ketum PSSI dimana kita sebagai menteri olahraga sudah menjamin bahwa keamanan tim Bahrain di Indonesia pasti kita jamin," kata Menpora Dito di Istana Jakarta, Minggu (20/10/2024) malam.
Sebelumnya diketahui hasil imbang 2-2 yang kontroversial saat kedua tim berlaga pekan lalu, yakni saat timnas Indonesia bertandang ke Bahrain.
Pertandingan kedua dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Maret 2025. Akan tetapi Bahrain meminta FIFA untuk memindahkan pertandingan ke tempat netral, di luar Indonesia dikarenakan alasan keamanan.
"Dan ini jangan sampai mencari-cari alasan bahwa Indonesia sangat aman untuk bertanding. Pak Ketum PSSI juga sudah berkoordinasi juga dengan FIFA dan AFC dan insya Allah kita akan membuat surat bersama antara pemerintah dan PSSI yang akan kita layangkan baik untuk FIFA dan AFC," ujar Menpora Dito.
"Intinya isinya adalah Indonesia sangat siap untuk menerima para tamu-tamu dan tim-tim dunia dan even kelas internasional," kata Menpora Dito.
Mengutip dari Antara, Federasi Sepak Bola Asia atau AFC menanggapi permintaan Federasi Sepak Bola Bahrain atau Bahrain Football Association (BFA) terkait dengan laga di tempat netral saat melawan Indonesia pada pertandingan leg kedua ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Pihak AFC akan melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan pihak FIFA dan juga PSSI terkait dengan usulan dari BFA yang melayangkan surat permohonan sebelumnya untuk menyelenggarakan pertandingan di tempat netral atau tidak berada di wilayah Indonesia.
"AFC menanggapi kekhawatiran ini dengan serius dan berkomitmen penuh untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan semua pemain, ofisial, dan penggemar, sambil mengutuk semua bentuk pelecehan dan ancaman daring," tulis laman resmi AFC.