• EKSEKUTIF

Kemenperin Akan Pindahkan Pelabuhan Impor ke Indonesia Timur

M. Habib Saifullah | Senin, 04 Nov 2024 21:05 WIB
Kemenperin Akan Pindahkan Pelabuhan Impor ke Indonesia Timur Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita akan pindahkan sebagian pelabuhan impor ke wilayah Indonesia Timur (Foto: Kemenperin)

INDONESIAINFO.ID - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan memindahkan pelabuhan impor atau entry point untuk sebagian komoditas tertentu ke wilayah Indonesia Timur.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pemindahan lokasi pelabuhan ini merupakan salah satu program prioritas yang akan dilakukan oleh Kemenperin, demi melindungi industri manufaktur dalam negeri.

"Kami bersama kementerian lain di bawah koordinasi Menko Perekonomian telah melakukan rapat terbatas. Beberapa program prioritas di sektor perindustrian telah disampaikan," ujar Menperin dalam keterangannya dikutip di Jakarta, Senin (4/11/2024).

Pemindahan pintu masuk barang impor ini sudah sesuai dengan usulan Menperin yang bertujuan untuk mengamankan pasar domestik bagi produk dalam negeri sekaligus meningkatkan kapasitas logistik di Indonesia.

Beberapa komoditas yang jadi prioritas program pemindahan itu antara lain elektronik, tekstil dan produk tekstil (TPT), pakaian jadi, alas kaki, kosmetik, keramik, katup, dan obat tradisional.

"Pemilihan komoditas tadi bukan tanpa alasan, mengingat sektor-sektor industri tersebut rawan terhadap serbuan barang impor murah atau ilegal," kata Menperin.

"Ini kami jadikan fokus kebijakan pemerintahan Kabinet Merah Putih untuk menetapkan pelabuhan impor di Sorong, Bitung, dan Kupang," imbuh dia.

Lebih lanjut, Menperin juga menginisiasi kebijakan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Gas Bumi untuk Kebutuhan Dalam Negeri. Regulasi ini diharapkan dapat segara disahkan karena dinilai sangat menopang kebutuhan gas untuk pembangunan industri manufaktur.

"Di RPP Gas Bumi juga akan mengatur gas untuk kebutuhan energi, termasuk listrik. Jadi, kami bertekad dan konsisten untuk menyampaikan pentingnya keberlanjutan program harga gas bumi tertentu (HGBT)," kata dia.

Selain itu, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi jangka pendek, pemerintah juga melakukan terobosan baru bagi sektor industri dalam bentuk Kredit Revitalisasi Industri Padat Karya.

"Kredit ini bertujuan mendorong pembiayaan perbankan bagi sektor usaha padat karya yang mendukung penciptaan lapangan kerja," kata Menteri Agus.