• EKSEKUTIF

Mendes Yandir Petakan Potensi Desa untuk `Makan Bergizi Gratis` Prabowo

Agus Mughni Muttaqin | Senin, 04 Nov 2024 21:42 WIB
Mendes Yandir Petakan Potensi Desa untuk `Makan Bergizi Gratis` Prabowo Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto memberi keterangan pers terkait pemetaan potensi desa untuk mendukung program makan bergizi gratis (Foto: Humas Kemendes PDT)

Indonesiainfo.id - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto ingin desa berkontribusi besar sebagai salah satu supplier bahan baku dalam program makan bergizi gratis yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Untuk itu, Mendes Yandir mengatakan, pihaknya tengah melakukan pemetaan potensi desa seluruh Indonesia. Menurutnya setiap desa memiliki kekuatan yang mungkin berbeda satu dengan lainnya. Hal tersebut disampaikan dalam acara Sosialisasi Penguatan Kelembagaan BUMDesa.

"Saya memang sekarang sedang mapping potensi di hampir 80 ribu desa di Indonesia apa saja potensinya. Apakah layak jadi desa perikanan, pariwisata, pertanian, kerajinan, dan sebagainya. Kita tidak bisa pukul rata," ujar Mendes Yandri dikutip dari siaran pers, Senin (4/11).

"Kita mapping betul sehingga kolaborasi benar-benar terjadi apalagi kalau dikaitkan dengan makan siang bergizi gratis. Saya berharap desa di Indonesia bisa jadi penyuplai bahan baku apakah cabainya, tomatnya, ikannya, atau apa pun itu," ujar Mendes Yandri menambahkan.

Program makan bergizi gratis dilakukan di seluruh Indonesia sehingga membutuhkan bahan yang besar. Hal ini menambah ruang gerak ekonomi untuk masyarakat desa sekaligus membuka lapangan pekerjaan dengan memanfaatkan SDM yang ada.

Hal tersebut, kata Mendes Yandri dilakukan dengan kolaborasi berbagai pihak yakni desa melalui BUMDesa hingga perusahaan swasta terkait untuk memaksimalkan potensi desa.

Ia pun mencontohkan sebagaimana yang dilakukan Desa Kembangbelor yang mengelola Camping Ground Bernah De Vallei dengan berbagai wahana untuk menarik para wisatawan. Alamnya indah disertai inovasi pengelola hingga menghasilkan ratusan juta setiap bulannya.

"Saya melihat potensi sangat bagus dan layak jadi percontohan seluruh Indonesia. Ini "sesuatu" bagi saya. Mungkin alam yang tadinya enggak menghasilkan sesuatu lalu dengan inovasi luar biasa dari pihak desa," ujar Mendes Yandri.

Jika setiap desa bisa melakukan hal yang sama seperti Desa Kembangbelor, maka Mendes Yandri optimis kesejahteraan masyarakat pun terus meningkat. Sebab inovasi yang dilakukan akan menarik perhatian wisatawan hingga jumlah yang datang pun terus bertambah.

"Banyak desa dengan potensi wisata harus kita promosikan dari dalam dan luar negeri. Insyaallah kunjungan wisatawan ke Indoensia yang sekarang kalah dari Indonesia maka akan naik menyamai bahkan lebih besar dari Thailand dan Malaysia," ujarnya.