Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebut Indonesia dan Inggris siap untuk berkolaborasi meningkatkan teknologi bidang kelautan dan perikanan (Foto: KKP)
INDONESIAINFO.ID - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menjalin kerja sama bidang pengembangan teknologi kelautan dan perikanan dengan Blue Planet Fund UK.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, kerja sama ini meliputi modernisasi perikanan budi daya, dan perkembangan terkini pembangunan Ocean Accounting (neraca sumber daya laut).
“Pengembangan neraca sumber daya laut bersama Blue Planet Fund masih terus berjalan. Harapannya inovasi yang dibangun bersama ini bisa segera selesai karena ini adalah tools penting dalam menjalankan program ekonomi biru,” ujar Menteri Trenggono dalam keterangannya, dikutip di Jakarta, Rabu (6/10/2024).
Saat ini terdapat 10 lokasi pilot project pengembangan Neraca Sumber Daya Laut di Indonesia yang didukung Global Ocean Accounts Patnership (GOAP). GOAP merupakan salah satu program yang berjalan di bawah portofolio UK Blue Planet Fund.
Area pengembangan Neraca Sumber Daya Laut saat ini meliputi kawasan konservasi Gili Matra, Banda, Padaido, Raja Ampat, Waigeo Barat, Anambas, Pieh, Aru, Sawu, serta Pulau Kapoposang. Pengembangan masih akan terus diperluas hingga seluruh wilayah perairan Indonesia.
Selain itu Menteri Trenggono juga mengajak pemerintah Inggris melalui Blue Planet Fund untuk mendukung upaya modernisasi budi daya perikanan di Indonesia.
Budidaya perikanan disebut Trenggono sebagai solusi untuk melindungi ekosistem lautan dari kegiatan penangkapan ikan yang berlebih (overfishing) dan tidak ramah lingkungan.
“Blue Planet Fund harapannya dapat mendukung percepatan pencapaian target-target dari program prioritas Ekonomi Biru Indonesia, salah satunya di bidang perikanan budidaya,” kata Trenggono.
Diketahui, kerja sama dua negara di bidang budidaya perikanan sudah pernah berjalan selama satu tahun sepanjang 2022 sampai 2023. Ditjen Perikanan Budi Daya KKP bekerja sama dengan Fleming Fund, di bawah Department of Health and Social Care (DHSC) Inggris melaksanakan kegiatan resistensi anti mikroba pada kegiatan pembudidayaan ikan.
Kerja sama tersebut memberikan manfaat signifikan pada penguatan laboratorium uji di Balai Pengujian Kesehatan Ikan dan Lingkungan yang dimiliki KKP.
Sementara itu, Duta Besar Inggris untuk Indonesia H.E. Dominic Jermey mengatakan, potensi pengembangan kerja sama di bidang budidaya perikanan, Jermey akan menindaklanjuti usulan itu.
Menurut dia, Indonesia dan Inggris merupakan mitra strategis untuk mewujudkan tata kelola kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.