Sekretaris Jenderal Kemenag Muhammad Ali Ramdhani dan Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hassan menandatangani Berita Acara Kesepakatan Penetapan Status dan Kedudukan Badan Layanan Umum (Foto: Kemenag)
Indonesiainfo.id - Kementerian Agama (Kemenag) dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menandatangani Berita Acara Kesepakatan Penetapan Status dan Kedudukan Badan Layanan Umum (BLU), Pasca Pemisahan atau Penggabungan Kemenag dengan BPJPH.
Penandatangan tersebut dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kemenag Muhammad Ali Ramdhani alias Kang Dhani dan Kepala BPJH Ahmad Haikal Hassan di kantor pusat Kemenag, Jakarta Pusat, Jumat (8/11).
“Mudah-mudahan dengan pemisahan secara struktural di BPJPH dengan Kementerian Agama semakin memperkokoh rasa rindu dan doa kita. Kita saling bersinergi dalam konteks yang setara kufu, karena dalam pemahaman kita bahwa lembaga pemerintahan non-kementerian yang disandang oleh BPJPH merupakan sesuatu yang strategis mengingat pekerjaannya sungguh luar biasa,” kata Kang Dhani.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa BLU sebagai badan nirlaba tidak boleh diorientasikan terhadap laba, namun di sisi lain juga harus dapat membentuk usaha-usaha yang menghasilkan laba.
“Di satu sisi ia nirlaba, tetapi di sisi lain, ia harus mampu memiliki kemampuan untuk menarik dana-dana masyarakat sehingga menjadi bagian dari penyelenggaraan operasional dari lembaga BPJPH. Tentu saya mengamanatkan bentuk-bentuk entrepreneur government itu menjadi bagian penting dan kunci keberhasilan dari penyelenggaraan BPJPH ini,” ujarnya.
Kepala Biro Keuangan Sekjen Kemenag RI Ahmad Hidayatullah menambahkan bahwa berita acara penetapan kesepakatan penetapan status kedudukan BLU-BPJPH merupakan hal yang sangat inti di dalam kelangsungan kerja BPJPH ke depan.
“Hal ini pertama diperlukan di dalam penetapan anggaran untuk tahun 2024 maupun 2025 sehingga status anggaran BLU tetap lestari dan terjaga pada BPJPH. Yang terpenting saat ini status BLU tetap bisa terjaga dan bisa terpindahkan sehingga kebijakan penyelenggaraan BPJPH yang bisa mandiri dengan pengelolaan keuangan bisa tetap terjaga,” ujar Ahmad Hidayatullah.
Sementara itu, Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hassan mengatakan bahwa ia akan mengemban tanggung jawab ini dengan sangat serius, “Tanggung jawab ini adalah merupakan tanggung jawab yang sebenarnya Allah SWT berikan melalui tangan Presiden."
"Teman-teman dari BPJPH yang saya hormati, ini sebenarnya tanggung jawab yang Allah berikan kepada kita, kepada Anda, kepada kita semua. Boleh jadi, dengan mengurusi makanan halal, ridho Allah akan kita terima,” ujar Haikal Hassan.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Kepala BPJPH Afriansyah Noor, Plt. Sekretaris Utama BPJPH Muhammad Aqil Irham, Kepala Biro Keuangan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia Ahmad Hidayatullah, dam pejabat eselon I dan II Kementerian Agama.