Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Logam Emas antara PT Freeport Indonesia (PTFI) dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) sebagai upaya meningkatkan hilirisasi di Indonesia (Foto: Dok. Kementerian ESDM)
INDONESIAINFO.ID - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot mengatakan, dengan kebijakan hilirisasi yang sudah dilakukan pemerintah dalam lima tahun belakangan memberikan kontribusi terhadap peningkatan nilai tambah ekonomi sekitar 2 persen.
Hal tersebut disampaikannya dalam acara Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Logam Emas antara PT Freeport Indonesia (PTFI) dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di Jakarta, Kamis (7/11/2024).
"Dan nilainya cukup signifikan, sekitar Rp1.000 triliun lebih nilai realisasi investasi dari hilirisasi, yang menciptakan lapangan pekerjaan dan juga memberikan kesejahteraan kepada masyarakat," ujar Yuliot.
Yuliot juga menyoroti kerja sama yang dilakukan kedua perusahaan yang tergabung dalam holding Mind ID tersebut akan terjadi penghematan devisa yang cukup besar, yakni mencapai USD12 miliar.
"Tadi disampaikan Pak Dirut Antam nilainya signifikan sampai dengan USD12 miliar ya, tentu dengan adanya suplai yang dilakukan oleh PTFI, yang tadinya kita impor berarti devisanya tidak perlu keluar," kata Wamen ESDM.
"Mudah-mudahan dengan adanya kolaborasi ini juga akan memberikan kesejahteraan lebih bagi masyarakat Indonesia ke depan," imbuh dia.
Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan, untuk menjadi bangsa yang mandiri, Indonesia perlu terus melakukan perbaikan atau improvement melalui hilirisasi, dan hilirisasi bukan merupakan opsi yang bisa ditawar, melainkan harus dilaksanakan.
"Kalau kita lihat data, untuk reserve emas kalau tidak salah kita itu nomor 6 terbesar di dunia. Tetapi untuk reserve emas batangan, kita itu nomor 43.Secara ekonomi kita nomor 16. Artinya ada sesuatu yang un-efficient yang terjadi selama ini, hilirisasi mengkoreksi itu," kata Menteri BUMN.
Erick menambahkan, produksi Indonesia dalam reserve emas Batangan baru sebesar 78,5 ton, tertinggal jauh apabila dibandingkan dengan peringkat 1, yakni Amerika Serikat dengan reserve emas batangan sebesar 8.100 ton.
"Nah ini yang saya rasa memang kita harus terus meningkatkan yang namanya hilirisasi dan performance kita sebagai benteng ekonomi nasional," ujar Erick.
Kemudian, Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso mengatakan melalui sinergi dan kolaborasi antara Antam dan PTFI, akan menambah basis kekuatan bisnis perusahaan sebagai tulang punggung hilirisasi sumber daya mineral Indonesia.
"Dengan sinergi ini, Indonesia menghemat devisa karena tidak harus importasi bahan baku untuk produksi logam mulianya Antam. Artinya rakyat Indonesia menikmati hasil dari hasil bumi sendiri, dari bahan baku sampai bahan jadinya," ujar dia.
Sebagai informasi, penandatanganan antara Antam dan PTFI berupa PTFI akan menjual sebanyak 30 ton emas dengan kemurnian 99.99 persen kepada Antam setiap tahunnya.
Adapun perjanjian jual beli ini berlaku untuk 5 tahun ke depan, sehingga total yang dijual mencapai 150 ton emas batang dengan jumlah nilai USD12,5 miliar sekitar Rp200 triliun.