• NEWS

Pameran Peringatan 100 Tahun AA Navis Digelar di Perpusnas

Agus Mughni Muttaqin | Senin, 18 Nov 2024 18:30 WIB
Pameran Peringatan 100 Tahun AA Navis Digelar di Perpusnas Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Kemendikdasmen, Ganjar Harimansyah (Foto: Ist/Indonesiainfo.id)

Indonesiainfo.id - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menggelar pameran Peringatan 100 Tahun AA Navis.

Pameran yang digelar di Perpusnas dari 18-28 November 2024 ini bertujuan mengenang warisan budaya yang telah ditinggalkan AA Navis dalam dunia sastra Indonesia, serta memperkenalkan kembali karya-karya monumental sastrawan asal Padang Panjang, Sumatera Barat ini kepada generasi masa kini.

AA Navis, yang dikenal dengan karya-karya fenomenalnya seperti Robohnya Surau Kami, merupakan salah satu sastrawan Indonesia yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan sastra tanah air. Karya-karyanya, yang mengangkat isu-isu sosial, religi, dan kemanusiaan, terus relevan hingga saat ini.

Pameran ini memuat berbagai koleksi langka, dokumen, serta foto-foto pribadi yang menceritakan perjalanan hidup AA Navis, serta karya-karya yang menggambarkan kritikan sosial dan realitas kehidupan Indonesia pada masanya.

Beberapa karya AA Navis, dalam bentuk buku seperti Surat Kenangan Haji, Yang Berjalan Sepanjang Jalan, Kabut Negeri Si Dali, AA Navis: Karya dan Dunianya juga nampak dipamerkan pada tempat khusus di lokasi pameran tersebut.

Dalam kesempatan itu, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Kemendikdasmen, Ganjar Harimansyah, mengatakan bahwa karya-karya AA Navis sangat cocok dijadikan bahan ajar di sekolah, baik untuk jenjang SMP maupun SMA.

"Sejak BNSP, dulu Badan Standar Nasional Pendidikan, menyusun karya-karya sastra apa saja yang cocok untuk jenjang pendidikan tertentu, salah satu karya AA NAPIS itu dikelompokkan bisa dibaca untuk SMP, SMA," ujar Ganjar.

"Jadi buku AA NAPIS itu, beberapa cerpennya cocok untuk anak SMP. Dan juga kalau mau dibahas secara mendalam, sosiologinya di SMA juga cocok. Jadi di kurikulum juga silakan karya AA NAPIS direkomendasikan untuk digunakan," sambung Ganjar.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas Adin Bondar menambahkan, pameran ini tidak hanya bertujuan mengenang sosok AA Navis, tetapi juga untuk meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya kalangan muda, terhadap karya sastra.

Menurutnya, pameran ini menjadi jembatan untuk mengenalkan karya-karya AA Navis yang sarat dengan pesan-pesan moral dan sosial. Dengan gaya bahasa yang sederhana namun penuh makna, AA Navis berhasil menyampaikan kritik sosial yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.

Adin menyampaikan, pihaknya menginstruksikan kepada dinas perpustakaan tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk menggelar kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan karya AA Navis.