• EKSEKUTIF

Wamenperin Dukung Adopsi AI untuk Wujudkan Smart Manufacturing

Agus Mughni Muttaqin | Rabu, 04 Des 2024 17:50 WIB
Wamenperin Dukung Adopsi AI untuk Wujudkan Smart Manufacturing Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza dalam acara AI for Indonesia di Jakarta, Rabu (Foto: Ist)

Indonesiainfo.id - Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengatakan, pemerintah berkomitmen untuk mendukung adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam sektor industri.

Dalam acara AI for Indonesia yang digelar di Jakarta pada Rabu (4/12) Wamenperin menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah kebijakan strategis guna mendorong pelaku industri memanfaatkan AI secara maksimal.

"Terdapat beberapa kebijakan yang dapat mendorong pelaku industri memanfaatkan Al, antara lain melalui pemberian fasilitas fiskal atau nonfiskal, pemberdayaan sektor pendidikan sebagai agen perubahan, serta membangun ekosistem keamanan data dan infrastruktur pengembangan AI," kata Faisol.

Faisol menambahkan, teknologi AI bukan hanya soal inovasi, tetapi juga merupakan alat yang akan memperkuat daya saing industri Indonesia dan meningkatkan efisiensi operasional.

Ia menjelaskan bagaimana AI berperan sebagai ‘otak’ yang menghubungkan berbagai teknologi lainnya seperti Internet of Things (IoT), robotika, dan big data, untuk menciptakan sistem produksi yang lebih cerdas, otomatis, dan terhubung. Teknologi ini diyakini dapat mengoptimalkan proses produksi dan rantai pasok di berbagai sektor industri.

“Secara khusus, teknologi AI merevolusi industri dengan meningkatkan efisiensi, mempercepat inovasi, dan memberikan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan pasar secara real-time," ujar dia.

Melalui peta jalan Making Indonesia 4.0, pemerintah bertujuan menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan ekonomi terbesar dunia pada tahun 2030. Faisol menekankan, pengembangan sektor industri manufaktur menjadi fokus utama dalam mencapai visi ini.

Kementerian Perindustrian telah menetapkan tujuh sektor industri manufaktur prioritas, antara lain makanan dan minuman, tekstil dan busana, otomotif, kimia, elektronika, farmasi, serta alat kesehatan.

Kelima sektor pertama dipilih karena memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB manufaktur, ekspor, dan tenaga kerja.

Namun, meski teknologi AI memiliki potensi besar, Faisol juga menyadari tantangan yang dihadapi dalam mengimplementasikannya, seperti keterbatasan infrastruktur teknologi, tingginya biaya implementasi, dan kekurangan tenaga ahli digital.

Wamenperin tetap optimis bahwa pemanfaatan AI akan membawa kemajuan besar dalam produktivitas dan daya saing Indonesia, serta mempercepat proses menuju smart manufacturing yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Pemerintah melalui Kemenperin pun terus berkomitmen untuk menciptakan ekosistem yang mendukung implementasi AI, melalui kebijakan fiskal yang menarik bagi pelaku industri, serta pemberdayaan sektor pendidikan untuk menciptakan talenta digital yang kompeten.

Dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah, industri, dan sektor pendidikan, Faisol yakin Indonesia dapat memanfaatkan teknologi AI untuk mendorong kemajuan industri dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.