Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberi keterangan pers terkait kenaikan harga gabah dan jagung (Foto: Kementan)
Indonesiainfo.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, penyesuaian Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah dan jagung sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperhatikan kesejahteraan petani di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Mentan Amran baru-baru ini, setelah mengikuti Rapat Terbatas tentang swasembada pangan di Istana Negara, Jakarta.
“Harga gabah kini dinaikkan dari Rp6.000 menjadi Rp6.500 per kilogram, sedangkan HPP jagung meningkat dari Rp5.000 menjadi Rp5.500 per kilogram. Kebijakan ini merupakan wujud nyata keberpihakan Presiden terhadap kesejahteraan petani Indonesia,” ujarnya dikutip laman resmi Kementan, Rabu (1/1).
Selain penyesuaian HPP, kata Mentan Amran, Presiden juga memastikan peningkatan dukungan anggaran untuk sektor pertanian. Kuota pupuk subsidi dinaikkan hingga dua kali lipat, dengan total anggaran pupuk mencapai Rp46,8 triliun.
Di samping itu, lanjut Mentan Amran, anggaran untuk sistem irigasi juga mendapatkan perhatian khusus dengan alokasi sebesar Rp12 triliun.
Mentan menambahkan bahwa total anggaran untuk program Optimalisasi Lahan (Oplah) Kementerian Pertanian mencapai Rp13 triliun. Program Oplah bertujuan mewujudkan swasembada pangan dengan mengoptimalkan potensi lahan rawa dan lahan kering.
Program ini, lanjutnya tidak hanya melibatkan Kementerian Pertanian, tetapi juga bekerja sama dengan TNI, Kementerian Desa, serta berbagai pihak terkait lainnya.
Lebih lanjut, alokasi anggaran Kementerian Pertanian tahun ini meningkat signifikan, dari semula Rp14,5 triliun menjadi Rp29 triliun. Peningkatan ini diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan berbagai program strategis, termasuk pompanisasi, cetak sawah baru, dan penyediaan alat mesin pertanian (Alsintan) di seluruh Indonesia.
“Dengan langkah dan upaya berpihak pada petani ini, kita optimis dapat mewujudkan swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia secepat-cepatnya,” kata Mentan Amran.