Staf Khusus Menhan Bidang Komunikasi Sosial dan Publik, Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo (Foto: kemhan)
INDONESIAINFO.ID - Dalam rangka memperkuat sektor pertahanan nasional serta mendorong kemandirian industri alutsista, Kementerian Pertahanan (Kemhan) melalui Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Setjen Kemhan menggelar program Eksplorasi Industri Pertahanan di Bandung, pada Rabu (26/2).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis pemerintahan dalam bidang pertahanan dan berkolaborasi dengan Defend ID, mengusung tema “Sinergi Kemhan dan Media dalam Mendukung Kemandirian Industri Pertahanan Nasional”.
Eksplorasi ini melibatkan tiga perusahaan strategis dalam negeri, yakni PT Dirgantara Indonesia (PT DI), PT Pindad, dan PT Len Industri. Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan media dari berbagai platform, termasuk cetak, digital, dan televisi.
Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang selaku Kepala Biro Infohan Setjen Kemhan menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa industri pertahanan nasional mampu memenuhi kebutuhan alutsista TNI serta berkontribusi terhadap ketahanan negara.
“Kami ingin industri dalam negeri semakin mandiri dan berdaya saing tinggi agar bisa mendukung kebutuhan pertahanan Indonesia secara maksimal,” ujar Frega.
Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Sosial dan Publik, Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo, juga menyoroti peran media dalam membangun pemahaman publik terkait industri pertahanan nasional.
“Media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi tentang kemajuan industri pertahanan kepada masyarakat luas,” kata Deddy.
Eksplorasi diawali dengan kunjungan ke PT Dirgantara Indonesia, di mana peserta mengikuti hangar tour dan melihat langsung fasilitas produksi pesawat. Selain itu, mereka juga mendapat paparan dari Direktur Utama PT DI, Gita Amperiawan, yang menjelaskan berbagai pencapaian serta rencana pengembangan industri dirgantara nasional.
Selanjutnya, rombongan bertolak ke PT Pindad untuk meninjau proses manufaktur persenjataan. Direktur Produksi PT Pindad, Hera Rosmiati, memberikan pemaparan mengenai produk-produk unggulan perusahaan, diikuti dengan sesi uji coba senapan yang menjadi andalan produksi PT Pindad.
Eksplorasi ditutup di PT Len Industri, di mana Direktur Bisnis dan Kerja Sama, Irwan Ibrahim, memberikan sambutan di Auditorium Jenderal Sudirman. Peserta kemudian diajak meninjau fasilitas produksi, termasuk pengembangan teknologi drone, sistem komunikasi militer, integrasi informasi pertahanan, hingga inovasi berbasis Internet of Things (IoT) untuk sektor pertahanan.
Melalui program ini, Kemhan berharap dapat memperkuat sinergi dengan media serta meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya industri pertahanan yang mandiri dan maju di dalam negeri.