• LEGISLATIF

DPR: Kenaikan Harga Pangan saat Ramadan Jangan Dianggap Wajar

Agus Mughni Muttaqin | Minggu, 02 Mar 2025 20:50 WIB
DPR: Kenaikan Harga Pangan saat Ramadan Jangan Dianggap Wajar Ilustrasi sejumlah pangan saat Ramadan dan jelang Idulfitri di pasar mengalami kenikan harga (Foto: Kementan)

Indonesiainfo.id - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Almasyhari menyoroti kenaikan harga pangan saat Ramadan dan menjelang Idulfitri. Menurutnya, fenomena ini sudah menjadi pola berulang dan seharusnya dapat dikendalikan dengan kebijakan yang lebih tepat dan terkoordinasi.

“Kenaikan harga pangan menjelang Ramadan dan Lebaran memang selalu terjadi, tapi bukan berarti ini sesuatu yang wajar atau tidak bisa diatasi. Pemerintah harus mengambil langkah yang lebih efektif untuk menstabilkan harga agar tidak memberatkan masyarakat,” ujar Abdul Kharis dalam keterangan resmi dikutip pada Minggu (2/3).

Sebagai Wakil Rakyat di Komisi IV DPR RI yang membidangi sektor pertanian, pangan, dan maritim, Abdul Kharis menilai bahwa lonjakan harga ini dapat dicegah dengan perencanaan yang lebih matang, baik dalam aspek produksi, distribusi, maupun pengawasan stok.

“Jika pemerintah bisa memperkuat koordinasi antarkementerian terkait, seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, dan Bulog, lonjakan harga ini bisa dikendalikan. Stabilisasi stok sejak jauh hari serta pengawasan terhadap praktik spekulan yang memainkan harga harus menjadi perhatian utama,” tegas Politisi Fraksi PKS ini.

Abdul Kharis juga menekankan pentingnya penguatan cadangan pangan nasional serta optimalisasi jalur distribusi agar pasokan tetap terjaga dan tidak menimbulkan kelangkaan yang memicu kenaikan harga.

“Kami di Komisi IV terus mendorong pemerintah untuk lebih proaktif. Jangan sampai setiap tahun masyarakat harus menghadapi situasi yang sama tanpa ada solusi nyata. Operasi pasar harus lebih gencar dilakukan dan ketersediaan bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, serta daging harus benar-benar dipastikan aman,” tambahnya.

Ia berharap pemerintah tidak hanya bertindak reaktif setelah harga sudah naik, tetapi melakukan antisipasi sejak awal guna memastikan harga pangan tetap stabil, terutama di momen-momen penting seperti Ramadan dan Lebaran.