• EKSEKUTIF

Menag: Agama Harus Menjadi Perekat, Bukan Pemecah Bangsa

Vaza Diva Fadhilah Akbar | Jum'at, 07 Mar 2025 15:35 WIB
Menag: Agama Harus Menjadi Perekat, Bukan Pemecah Bangsa Menteri Agama Nasaruddin Umar (Foto: Kemenag)

INDONESIAINFO.ID - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa ajaran agama seharusnya menanamkan nilai cinta dan persatuan, bukan menonjolkan perbedaan hingga menimbulkan kebencian. Hal ini ia sampaikan dalam agenda Kuliah Kerja Profesi (KKP) Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri di Kantor Pusat Kementerian Agama, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

“Selama ini banyak yang menyampaikan ajaran agama dengan menitikberatkan pada perbedaan, bahkan membangun kebencian. Sudah saatnya paradigma ini diubah. Semua agama mengajarkan sikap ramah, harmoni, serta meningkatkan nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan,” ujar Nasaruddin pada Jumat (7/3).

Ia menekankan bahwa pendekatan dalam kehidupan beragama di Indonesia harus melampaui sekadar koeksistensi, di mana masyarakat hanya hidup berdampingan tanpa adanya interaksi lebih dalam. 

“Kita tidak bisa hanya sekedar hidup berdampingan tanpa gangguan. Kita perlu melangkah lebih jauh, membangun toleransi yang sejati. Tidak cukup hanya saling menghindari konflik, tetapi juga perlu tumbuh rasa persaudaraan,” paparnya.

Menag juga menyoroti pentingnya peran pendidikan agama dalam membentuk karakter bangsa. 

“Saya ingin para pendidik agama, baik Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, maupun Khonghucu, menanamkan nilai persatuan. Jangan mengajarkan perbedaan yang justru memperlebar jurang sosial. Indonesia adalah bangsa yang sangat beragam. Jika sejak dini anak-anak diajarkan untuk melihat perbedaan sebagai penghalang, dampaknya bisa sangat berbahaya,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa menjaga harmoni antarumat beragama merupakan kunci utama dalam menjaga persatuan bangsa. 

“Konflik dalam suatu negara bisa ditangani oleh aparat keamanan, tetapi jika konflik melibatkan agama, penyelesaiannya jauh lebih sulit. Banyak yang menganggapnya sebagai perjuangan hidup dan mati, bahkan mati syahid. Maka dari itu, menjaga kerukunan adalah tugas kita bersama,” ujar Nasaruddin.

Ia juga menggarisbawahi bahwa Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia mampu menjaga keberagaman dan kedamaian. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan sikap toleransi dan menjadikan agama sebagai pemersatu bangsa.

“Indonesia ini negara yang unik. Dengan jumlah umat Muslim terbesar di dunia, kita tetap bisa menjaga keharmonisan dalam keberagaman. Ini harus kita rawat bersama agar bangsa ini tetap bersatu,” tutupnya.