Menteri Agama Nasaruddin Umar (Foto: kemenag)
INDONESIAINFO.ID - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Kementerian Agama telah menerbitkan surat edaran yang menginstruksikan masjid-masjid di jalur mudik untuk menyediakan fasilitas istirahat yang layak bagi para pemudik.
"Masjid dan mushola bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga bisa difungsikan sebagai posko singgah dengan fasilitas dasar bagi musafir," ujar Menag dalam wawancara di Studio Garuda TV, pada Rabu (26/3).
Menurutnya, kebijakan ini menjadi krusial mengingat jumlah pemudik tahun ini diperkirakan mencapai 152 juta orang. Jika seluruh pemudik hanya mengandalkan rest area yang ada, tentu kapasitasnya tidak akan mencukupi.
"Dengan menjadikan masjid dan mushola sebagai titik istirahat, pemudik bisa berhenti untuk menghilangkan kantuk dan menghindari kelelahan yang berisiko menyebabkan kecelakaan," jelasnya. Selain itu, Menag juga menekankan pentingnya kebersihan toilet serta ketersediaan air bersih di masjid agar pemudik merasa lebih nyaman.
Agar lebih mudah ditemukan, Menag menyebut bahwa petunjuk arah menuju masjid-masjid di jalur mudik telah dipasang, terutama bagi yang berjarak sekitar 100 meter dari jalan raya. Dengan cara ini, pemudik bisa lebih cepat menemukan lokasi istirahat yang memadai.
Selain aspek kenyamanan perjalanan, Menag juga menyoroti dampak ekonomi dari tradisi mudik. Ia mengungkapkan bahwa saat musim mudik, banyak pemudik yang turut merenovasi atau membangun masjid, mushola, pesantren, serta rumah orang tua mereka di kampung halaman.
"Selama periode mudik, perputaran uang bisa mencapai lebih dari Rp200 triliun, mengalir dari kota ke desa dan mendorong ekonomi daerah," ungkapnya.
Ia menambahkan, mudik bukan sekadar perjalanan pulang kampung, tetapi juga bagian dari perubahan sosial yang lebih luas. Tradisi tahunan ini tidak hanya memperkuat tali silaturahmi, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong di masyarakat.
"Selamat menempuh perjalanan bagi para pemudik. Mari manfaatkan momen ini untuk berkontribusi dengan membangun atau memperbaiki fasilitas di kampung halaman. Mungkin kecil bagi kita, tetapi manfaatnya bisa sangat besar bagi orang lain," tutupnya.