• EKSEKUTIF

Menag: Halal Bihalal Wujud Syukur Atas Harmoni di Tengah Keberagaman

Vaza Diva Fadhilah Akbar | Senin, 07 Apr 2025 13:55 WIB
Menag: Halal Bihalal Wujud Syukur Atas Harmoni di Tengah Keberagaman Menteri Agama Nasaruddin Umar (Foto: kemenag)

INDONESIAINFO.ID - Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai tradisi halal bihalal yang rutin digelar masyarakat saat Idul Fitri menjadi simbol kuat rasa syukur atas terciptanya kedamaian di Indonesia.

Dalam acara Halal Bihalal keluarga besar Pondok Pesantren As’adiyah Macanang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, pada Minggu (6/4), Menag menyampaikan bahwa Indonesia memiliki modal sosial luar biasa dengan keberagaman etnis, bahasa, dan keyakinan yang tetap terpelihara dalam bingkai harmoni.

"Negara kita ini terdiri dari ribuan pulau dan ratusan bahasa daerah, namun tetap aman dan damai. Ini bukan hal kecil, tapi karunia besar yang perlu dijaga dan disyukuri bersama," ucap Nasaruddin.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Penasehat DWP Kemenag Helmi Halimatul Udhma, Kakanwil Kemenag Sulsel Aly Yafid, Bupati Wajo Andi Rosman, Direktur Pesantren Basnang Said, serta para kepala Kemenag kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Dalam tausiyahnya, Menag menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara sesama manusia, alam, dan Sang Pencipta. Ia menyebut konsep tersebut sebagai “trilogi kerukunan” yang menjadi fondasi kehidupan yang seimbang.

"Makhluk selain manusia tunduk pada hukum alam. Tapi manusia juga dibebani dengan hukum syariat. Ini yang menjadikan kita bertanggung jawab sebagai pemimpin di muka bumi," jelasnya.

Menag juga memberikan apresiasi atas kemajuan fasilitas pendidikan dan keagamaan di Pesantren As`adiyah, termasuk bangunan-bangunan baru dan masjid yang telah berdiri megah. Ia berharap pengembangan pesantren ini terus berlanjut dan berdampak luas bagi masyarakat.

Sementara itu, Bupati Wajo Andi Rosman menyambut kedatangan Menag dengan menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan As`adiyah Macanang. Ia menegaskan bahwa pesantren ini diharapkan menjadi pusat pendidikan unggulan.

“Kami akan terus memberikan dukungan agar As’adiyah tumbuh menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan umat,” kata Rosman.

Sebagai penutup acara, diluncurkan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah (Lazis) As’adiyah yang telah resmi mengantongi izin operasional. Selain itu, dilakukan pula penyerahan sertifikat wakaf sebagai bentuk penguatan pengelolaan aset keumatan.